Ntvnews.id, Vatikan - Pemimpin Gereja Katolik Dunia, Paus Leo XIV, mengungkapkan rencana menjalani operasi medis dalam beberapa hari mendatang setelah dokter menemukan benjolan di paru-parunya saat pemeriksaan kesehatan rutin.
Paus berusia 71 tahun itu menyampaikan kabar tersebut secara langsung kepada ribuan umat yang menghadiri doa mingguan Malaikat Tuhan atau Angelus di Lapangan Santo Petrus, Vatikan, pada Minggu, 11 Oktober 2026.
"Tim dokter menemukan benjolan tahap awal yang terlokalisasi dengan baik di paru-paru saya. Tim medis menilai langkah operasi adalah tindakan yang tepat, dan saya telah menyetujuinya," ujar Paus Leo XIV, dikutip dari BBC, Senin, 12 Oktober 2026.
Dalam kesempatan itu, Paus berupaya menenangkan umat yang hadir dengan menjelaskan bahwa benjolan tersebut masih terkendali dan berhasil diketahui pada tahap yang sangat awal.
Baca Juga: Paus Leo XIV Sampaikan Belasungkawa untuk Korban Gempa NTT
Ia kemudian mengakhiri doa Angelus dengan mengungkapkan rasa terima kasih atas dukungan spiritual dari umat Katolik. Paus juga meminta doa agar prosedur medis yang akan dijalaninya dapat berlangsung dengan lancar.
Juru bicara Kantor Berita Takhta Suci Vatikan, Matteo Bruni, turut memberikan keterangan kepada awak media mengenai jadwal tindakan medis tersebut. Ia menyebut operasi direncanakan berlangsung pada awal pekan depan.
"Operasi dijadwalkan pada hari-hari pertama pekan depan. Sri Paus diperkirakan membutuhkan waktu sekitar satu minggu untuk proses pemulihan," jelas Bruni.
Paus Leo XIV terpilih sebagai pemimpin Gereja Katolik ke-267 pada 2025, menggantikan Paus Fransiskus. Ia memiliki nama lahir Robert Francis Prevost.
Terpilihnya Prevost menjadi catatan sejarah bagi Gereja Katolik karena ia merupakan Paus pertama yang berasal dari Amerika Serikat (AS).
Paus Leo XIV. ANTARA/Anadolu/py (ANTARA/Anadolu) (Antara)