Ntvnews.id, Jakarta - Duka mendalam menyelimuti seorang ibu setelah suami dan anaknya menjadi korban tabrak lari di Jalan BDN Raya, Sawangan, Kota Depok, pada Minggu (4/10/2026). Sang suami meninggal dunia dalam peristiwa tersebut, sementara anaknya masih menjalani perawatan intensif di RSUD Depok akibat mengalami retak tengkorak dan patah tulang paha.
Di tengah kehilangan yang dialaminya, ibu tersebut memohon bantuan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, agar anaknya segera mendapatkan penanganan medis lanjutan, termasuk tindakan operasi.
Permohonan itu disampaikan karena proses rujukan ke rumah sakit yang memiliki fasilitas lebih lengkap belum memperoleh kepastian. Kondisi tersebut membuat sang ibu berharap ada bantuan agar penanganan anaknya tidak tertunda lebih lama.
Anak Alami Retak Tengkorak dan Patah Tulang Paha
Berdasarkan informasi yang disampaikan, anak korban masih dirawat secara intensif di RSUD Depok setelah mengalami cedera serius akibat kecelakaan tersebut.
Sang anak dilaporkan mengalami retak pada tulang tengkorak dan patah tulang paha. Kondisi ini membutuhkan penanganan medis lanjutan, termasuk operasi sesuai hasil pemeriksaan dan pertimbangan tim dokter.
Pihak RSUD Depok disebut telah menjadwalkan rujukan ke rumah sakit tipe A. Namun, proses tersebut masih menghadapi kendala karena keterbatasan peralatan medis untuk penanganan yang dibutuhkan serta belum adanya kepastian dari rumah sakit tujuan rujukan.
Akibatnya, keluarga masih menantikan kepastian mengenai kelanjutan proses rujukan agar anak tersebut dapat memperoleh perawatan sesuai kebutuhannya.
Ibu Berharap Bantuan Dedi Mulyadi
Dalam situasi berduka, sang ibu berharap Dedi Mulyadi dapat memberikan perhatian dan membantu mendorong percepatan proses rujukan ke rumah sakit yang mampu menangani kondisi anaknya.
Harapan utamanya adalah agar sang anak segera mendapatkan fasilitas dan tindakan medis yang diperlukan tanpa harus menunggu lebih lama di tengah ketidakpastian proses rujukan.
Bagi keluarga, kepastian penanganan medis menjadi hal yang sangat penting, terlebih setelah kecelakaan tersebut merenggut nyawa sang suami dan membuat anaknya harus menjalani perawatan intensif.
Meski demikian, belum ada informasi mengenai tanggapan resmi Dedi Mulyadi atas permohonan tersebut maupun kepastian rumah sakit yang akan menerima rujukan sang anak.
Percepatan Rujukan Jadi Harapan Keluarga
Kasus ini menyoroti pentingnya koordinasi antara rumah sakit yang merawat pasien, fasilitas kesehatan penerima rujukan, dan pihak terkait agar pasien dengan kondisi serius dapat memperoleh penanganan sesuai kebutuhan medisnya.
Kepastian ketersediaan fasilitas, dokter spesialis, serta kesiapan rumah sakit tujuan menjadi bagian penting dalam proses rujukan. Namun, keputusan dan waktu pelaksanaan tindakan medis tetap harus mempertimbangkan kondisi pasien serta penilaian tenaga medis.
Di tengah cobaan berat yang dihadapi keluarga, harapan agar sang anak segera memperoleh penanganan terbaik terus disampaikan. Semoga proses rujukan dapat segera menemukan kepastian dan sang anak diberikan kekuatan untuk menjalani pemulihan
Baca Juga: Tragis! Pemotor Trail Tewas Alami Kecelakaan Tunggal
Ilustrasi garis polisi dalam peristiwa penembakan di Kota Shreveport. (Antara)