Trump Klaim Rusia-Ukraina Sepakati Gencatan Energi, Zelensky Mengaku Tak Tahu

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 12 Okt 2026, 09:25
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Presiden AS Donald Trump menggelar konferensi pers di Kompleks Kepresidenan sebagai bagian dari KTT NATO ke-36 para Kepala Negara dan Pemerintahan di Ankara, Turkiye, pada 8 Juli 2026 Presiden AS Donald Trump menggelar konferensi pers di Kompleks Kepresidenan sebagai bagian dari KTT NATO ke-36 para Kepala Negara dan Pemerintahan di Ankara, Turkiye, pada 8 Juli 2026 (Antara)

Ntvnews.id, Kyiv - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim Rusia dan Ukraina telah mencapai kesepakatan gencatan senjata di sektor energi. Namun, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengaku belum mengetahui adanya kesepakatan tersebut.

Trump menyampaikan pengumuman yang disebutnya sebagai "gencatan energi" melalui unggahan di media sosial pada Minggu, 11 Oktober 2026.

Dikutip dari Reuters, Trump mengatakan kesepakatan itu langsung berlaku. Meski demikian, ia tidak merinci ruang lingkup kesepakatan maupun mekanisme penerapannya.

Di sisi lain, Zelensky mengungkapkan kepada Axios bahwa pernyataan Trump tersebut merupakan informasi baru baginya. Kendati belum mengetahui kesepakatan itu, ia menyatakan Ukraina bersedia menyetujuinya apabila Rusia juga mengambil langkah serupa.

Baca Juga: Hakim Afsel Peraih Nobel Perdamaian Berkelakar Ingin Berbagi Penghargaan dengan Trump

"Pengumuman gencatan senjata itu merupakan kabar baru bagi saya. Namun, jika Rusia menyetujui gencatan energi, Ukraina akan setuju," kata Zelensky.

Zelensky turut meminta penjelasan mengenai waktu pemberlakuan gencatan senjata tersebut, terutama jika Trump benar-benar telah membahasnya dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Ia menegaskan bahwa Kyiv siap menerima dan melaksanakan kesepakatan tersebut apabila kedua belah pihak telah menyetujuinya.

Hingga pengumuman itu disampaikan, belum ada penjelasan terperinci mengenai ketentuan gencatan senjata energi yang diklaim Trump, termasuk kapan pelaksanaannya dimulai dan bagaimana kedua negara akan memastikan kepatuhan terhadap kesepakatan tersebut.

x|close