Ntvnews.id, Istanbul - Bandara Internasional King Khalid di Riyadh, Arab Saudi, kembali menjadi sasaran serangan yang menimbulkan korban jiwa. Otoritas Umum Penerbangan Sipil Arab Saudi (GACA), Senin dini hari waktu setempat, melaporkan satu orang meninggal dunia dan 11 lainnya mengalami luka-luka dalam insiden tersebut.
GACA menyampaikan bahwa korban meninggal merupakan warga negara Pakistan. Sementara itu, para korban yang terluka telah dievakuasi ke rumah sakit untuk menjalani perawatan medis.
Selain menimbulkan korban jiwa dan luka-luka, serangan tersebut juga mengakibatkan kerusakan material di area bandara. Hingga laporan disampaikan, proses pendataan dan penilaian terhadap tingkat kerusakan masih berlangsung.
Baca Juga: PBB Kecam Serangan Houthi ke Bandara Riyadh, 12 Orang Tewas
Insiden terbaru ini terjadi setelah koalisi pimpinan Arab Saudi di Yaman sebelumnya melaporkan adanya serangan terhadap Terminal 4 Bandara King Khalid pada Minggu sore 11 Oktober. Sebuah proyektil yang belum diketahui jenis maupun asalnya dilaporkan menghantam terminal tersebut hingga memicu kebakaran.
Serangan itu menambah rentetan insiden keamanan di bandara Riyadh. Sehari sebelumnya, serangan lain di lokasi yang sama dilaporkan menewaskan 12 orang dan menyebabkan lebih dari 300 orang mengalami luka-luka.
Baca Juga: Koalisi Saudi Sebut Serangan Houthi ke Bandara Riyadh sebagai Kejahatan Perang
Koalisi pimpinan Arab Saudi menuding kelompok Houthi di Yaman berada di balik serangan tersebut. Pihak koalisi juga menyatakan akan mengambil langkah tegas sebagai respons atas insiden yang menyasar fasilitas penerbangan sipil itu.
Koalisi turut mengecam serangan tersebut dengan menyebutnya sebagai pelanggaran terhadap hukum humaniter internasional.
(Sumber: ANTARA)
Serangan di Bandara Riyadh (X)