Trump Klaim Rusia-Ukraina Sepakati Gencatan Energi, Zelensky Ngaku Belum Tahu

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 12 Okt 2026, 13:51
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Presiden AS Donald Trump (kanan) dan Presiden Rusia Vladimir Putin menghadiri konferensi pers bersama setelah menyelesaikan pembicaraan mereka di Anchorage, Alaska, Amerika Serikat, 15 Agustus 2025. Presiden AS Donald Trump (kanan) dan Presiden Rusia Vladimir Putin menghadiri konferensi pers bersama setelah menyelesaikan pembicaraan mereka di Anchorage, Alaska, Amerika Serikat, 15 Agustus 2025. (Antara)

Ntvnews.id, Washington - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengumumkan bahwa Rusia dan Ukraina telah menyepakati gencatan energi yang disebutnya berlaku segera. Namun, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyatakan belum mengetahui adanya kesepakatan tersebut.

Trump menyampaikan klaim itu melalui platform Truth Social pada Senin, 12 Oktober 2026. Ia menegaskan bahwa kesepakatan antara kedua negara tersebut langsung berlaku.

"Berlaku segera," tulis Trump di platform Truth Social miliknya, seraya menambahkan bahwa kedua belah pihak telah sepakat.

Sementara itu, Zelensky mengatakan kepada media AS, Axios, bahwa pengumuman Trump merupakan informasi baru baginya.

Baca Juga: Trump Klaim Kim Jong-un Menyukainya, Singgung Program Nuklir Korut

"Tetapi jika Rusia menyetujui gencatan energi, Ukraina akan menyetujuinya," kata Zelensky.

Sehari sebelumnya, Minggu, 11 Oktober 2026, Trump menyatakan Rusia bersedia mencapai kesepakatan untuk mengakhiri konflik di Ukraina. Meski demikian, ia menuding Zelensky menolak penyelesaian yang telah dirundingkan.

Trump juga mendesak Ukraina menggelar pemilihan umum dan memilih pemimpin baru yang dinilainya dapat mencapai kesepakatan dengan Moskow.

"Saya rasa Rusia ingin mencapai kesepakatan," kata Trump kepada awak media, seraya menambahkan bahwa "tetapi entah apa alasannya, Zelensky tidak ingin mencapai kesepakatan".

Baca Juga: Trump Klaim Kim Jong Un Sudah Merespons Ajakan Dialog

Sebelumnya, pada Jumat, 9 Oktober 2026, Trump mengumumkan kesepakatan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Menurut Trump, Rusia akan memasok bahan bakar solar ke Amerika Serikat dan pasar global.

Pada hari yang sama, Kremlin menyatakan serangan pesawat nirawak Ukraina saat pemilihan anggota parlemen Rusia secara efektif telah menghambat peluang dimulainya kembali perundingan perdamaian dalam waktu dekat.

(Sumber: Antara)

x|close