Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengungkapkan bahwa jumlah titik panas (hotspot) yang terpantau di wilayah Kalimantan Selatan (Kalsel) saat ini tercatat sebagai yang terendah di seluruh pulau Kalimantan, seiring dengan semakin menurunnya dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
"Per hari ini hotspot di Kalsel terbaik dibanding wilayah lain di Kalimantan," ujar Raja Juli saat melakukan peninjauan langsung terhadap upaya penanggulangan karhutla di kawasan Hutan Lindung Liang Anggang, Banjarbaru, pada hari Senin (12/10).
Berdasarkan data dari Kementerian Kehutanan melalui platform pemantauan SiPongi yang bersumber dari satelit NASA-TERRA/AQUA, tercatat hanya ada 17 titik panas di Kalsel per hari ini.
Angka tersebut terpaut sangat jauh jika dibandingkan dengan wilayah provinsi tetangga. Di Kalimantan Tengah, misalnya, jumlah titik panas masih terpantau mencapai lebih dari 200 titik. Sementara itu, wilayah Kalimantan Barat juga masih mencatatkan kisaran 100 titik panas dengan tingkat kepercayaan menengah hingga tinggi.
Kendati situasi di Kalsel terpantau jauh lebih terkendali, Raja Juli tetap memberikan peringatan agar seluruh jajaran dan masyarakat tidak lantas merasa terlena. Kewaspadaan tinggi harus terus dijaga mengingat karakteristik lahan gambut yang berpotensi memicu kemunculan kembali api dari dalam tanah secara tiba-tiba.
"Maka dari itu penting dilakukan pembasahan terus pada titik-titik yang cenderung masih mengeluarkan asap meski api sudah tidak muncul di permukaan," tambahnya.
(Sumber: Antara)
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni saat meninjau penanggulangan karhutla di Hutan Lindung Liang Anggang Banjarbaru, Senin (12/10/2026) (Antara)