Israel Perintahkan Pesawat Ethiopian Airlines Putar Balik Gara-gara Pilotnya WNI

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 13 Okt 2026, 14:19
thumbnail-author
Muhamad Ridha
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Ilustrasi Pesawat Terbang Ilustrasi Pesawat Terbang (ANTARA)

Ntvnews.id, Jakarta - Otoritas Israel dilaporkan memerintahkan pesawat Ethiopian Airlines yang menuju Tel Aviv untuk putar balik setelah mengetahui salah satu pilotnya berkewarganegaraan Indonesia. Pesawat tersebut kembali ke Addis Ababa sebelum melanjutkan perjalanan dengan pilot pengganti.

Pesawat itu telah mengudara sekitar satu jam dari Addis Ababa, Ethiopia, ketika perintah untuk kembali dikeluarkan. Saat itu, pesawat masih berada di wilayah udara Ethiopia.

Laporan tersebut menyebutkan bahwa kewarganegaraan pilot telah teridentifikasi oleh intelijen dan otoritas bandara Israel. Pejabat keamanan kemudian memutuskan untuk tidak mengizinkan pesawat tersebut mendarat di Tel Aviv.

Pesawat akhirnya kembali ke Addis Ababa. Setelah pilot asal Indonesia diganti dengan pilot lain, penerbangan dilanjutkan dan pesawat dilaporkan berhasil mendarat di Tel Aviv.

Ethiopian Airlines mengakui adanya kekeliruan karena tidak mengetahui bahwa pilot tersebut tidak diizinkan bertugas dalam penerbangan menuju Israel.

Baca Juga: Israel-AS Disebut Bakal Serang Iran Sebelum Pemilu 27 Oktober

Maskapai asing telah diminta untuk tidak menugaskan awak berkewarganegaraan dari negara-negara tertentu yang tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel pada penerbangan menuju negara tersebut.

Negara yang disebut dalam pembatasan itu mencakup Afghanistan, Aljazair, Indonesia, Iran, Irak, Kuwait, Niger, Qatar, Arab Saudi, Somalia dan Venezuela.

Hingga saat ini, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah Ethiopia maupun Indonesia mengenai insiden itu.

Peristiwa ini terjadi setelah insiden dugaan upaya pembajakan penerbangan Flydubai rute Dubai–Tel Aviv pada 30 September lalu. Jaksa Uni Emirat Arab menyatakan seorang kopilot berkewarganegaraan Oman berupaya mengambil alih kendali pesawat dan menabrakkannya ke Bandara Ben Gurion di Tel Aviv.

Upaya tersebut berhasil digagalkan oleh penumpang dan awak lainnya. Pesawat kemudian melakukan pendaratan darurat dengan selamat di Tabuk, Arab Saudi.

Baca Juga: China Larangan Masuk Menteri Paraguay dan Belize

(Sumber: ANTARA)

x|close