Ntvnews.id, Jakarta - Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad), Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, menegaskan komitmen TNI Angkatan Darat untuk selalu terbuka terhadap masukan serta laporan masyarakat mengenai kondisi infrastruktur di daerah terisolasi.
Jenderal Maruli menyatakan bahwa pihaknya sama sekali tidak anti-kritik dan justru merasa senang apabila warga memviralkan kondisi jembatan rusak.
Jenderal Maruli menjelaskan bahwa fenomena video jembatan rusak yang diunggah warga di media sosial sangat membantu TNI AD untuk dengan cepat mendeteksi lokasi-lokasi terpelosok yang membutuhkan jembatan perintis.
Begitu menerima laporan atau melihat unggahan yang viral, Kasad langsung menghubungi Komandan Kodim (Dandim) dan Bintara Pembina Desa (Babinsa) setempat untuk melakukan survei serta memulai pengerjaan fisik di lapangan.
"Jadi saya justru senang kalau ada yang viralkan karena jadi kami bisa cepat tahu ada di mana ini... Nah dia menyampaikan di daerah mana, saya hubungi Dandimnya, Dandimnya ke Babinsa ketemu, survei langsung kerjakan. Jadi kemungkinan besar ya kalau menurut saya yang viral itu hampir semua sudah kita kerjakan," kata Maruli Simanjuntak dalam wawancara eksklusif bersama Host program Abraham sekaligus Pemimpin Redaksi Nusantara TV, Abraham Silaban, Senin (12/10).
Kasad juga mengimbau publik untuk tidak ragu mengirimkan informasi atau laporan jika menemukan jembatan yang kondisinya membahayakan masyarakat.
"Makanya enggak ada yang mungkin mudah-mudahan enggak ada yang viral-viral lagi ya. Kalau ada yang ada yang lihat viral tolong kirim saya... Jadi senang kalau ada viral-viral begitu malah, bisa memudahkan kita untuk mencari tempat gitu," ujarnya.
Target 7.000 Jembatan Perintis dan Transparansi Anggaran
Program penugasan pembangunan jembatan ini berawal dari pengalaman penanganan bencana alam di Aceh, di mana jembatan menjadi prioritas utama untuk membuka akses bantuan ke daerah terisolasi.
Baca juga: Jenderal Maruli Simanjuntak Blak-blakan Soal Isu Judi Online dan Bursa Panglima TNI
Presiden kemudian memberikan instruksi nasional kepada TNI AD untuk membangun hingga 7.000 jembatan perintis pada tahun 2027.
Untuk target tahun 2026, ditargetkan 5.000 jembatan selesai, di mana dari 4.477 lokasi yang beroperasional, sebanyak lebih dari 2.800 jembatan telah rampung dikerjakan.
Mengenai aspek pendanaan dan keahlian teknis, pembangunan ini menggunakan bantuan masyarakat dari Presiden melalui skema swakelola tipe 2 yang akuntabel dan dilaporkan secara rinci ke Kementerian Keuangan.
Pengerjaannya mengandalkan prajurit dari satuan Zeni Tempur dan Zeni Konstruksi yang dibekali modul aplikasi perhitungan teknis jembatan gantung.
"Penganggarannya langsung dari Presiden... Kan ada bentuk Presiden punya dana bantuan masyarakat, jadi itu yang langsung ke kita. Tapi ya prosedur tetap kita laksanakan dari Kementerian Keuangan kita laporkan... akuntabel sekali," tuturnya.
Menanggapi insiden jembatan perintis di Pangandaran yang sempat ambrol tak lama setelah diresmikan, Jenderal Maruli mengklarifikasi bahwa peristiwa tersebut murni dipicu oleh kelebihan beban (overload) akibat antusiasme warga yang berkumpul pada satu titik secara bersamaan.
"Pada saat itu mungkin terlalu antusias itu mungkin hampir 50 orang di situ di satu titik jembatan itu... Kalau satu titik begitu ya ambrol, enggak akan ada yang kuat lah... Memang terlalu antusias lah, ada batas muatan," ungkapnya.
Untuk mencegah kejadian berulang, TNI AD kini menempatkan petugas Linmas dan Babinsa di lokasi jembatan guna mengedukasi warga terkait batas kapasitas aman melintas.
Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad), Jenderal TNI Maruli Simanjuntak dalam wawancara khusus bersama program Abraham di Nusantara TV