Gegara Kabut Asap, Maskapai Malaysia Batalkan Penerbangan ke Singapura

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 14 Okt 2026, 07:00
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi Pesawat Terbang Ilustrasi Pesawat Terbang (ANTARA)

Ntvnews.id, Kuala Lumpur -  Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia berdampak pada aktivitas penerbangan negara tetangga. Maskapai berbiaya rendah asal Malaysia, Firefly Airlines, kembali memperpanjang pembatalan penerbangan dari Malaysia menuju Singapura akibat kondisi kabut asap dan cuaca yang kurang mendukung.

Dikutip dari The Straits Times, Rabu, 14 Oktober 2026, Firefly memperpanjang penghentian seluruh penerbangan pada rute Bandara Subang, Malaysia, menuju Bandara Seletar, Singapura, hingga 13 Oktober 2026.

Maskapai tersebut menyebut keputusan ini sebagai langkah antisipasi untuk menjaga keselamatan penerbangan. Kabut asap dan kondisi cuaca dilaporkan memengaruhi operasional Bandara Seletar yang terletak di bagian timur laut Pulau Utama Singapura.

Kebijakan perpanjangan pembatalan itu diumumkan melalui pembaruan informasi di situs resmi Firefly. Sebelumnya, maskapai tersebut telah menghentikan penerbangan pada rute yang sama selama periode 10–12 Oktober 2026 akibat kabut asap.

Penumpang yang terdampak pembatalan ditawarkan pilihan penerbangan pengganti yang dioperasikan Malaysia Airlines. Rute alternatif tersebut menghubungkan Bandara Internasional Kuala Lumpur dengan Bandara Changi di Singapura, dengan menyesuaikan ketersediaan kursi.

Baca Juga: AS: 91 Pesawat Militer Rusak dan Hancur dalam Perang dengan Iran

Bagi penumpang yang tidak bersedia menggunakan penerbangan alternatif, Firefly menyediakan opsi pengembalian dana secara penuh. Maskapai menyatakan dana akan dikembalikan melalui metode pembayaran awal dalam waktu maksimal 30 hari kerja.

Firefly juga menyampaikan bahwa pihaknya terus memantau perkembangan cuaca dan akan memberikan informasi terbaru kepada penumpang terdampak apabila terdapat perubahan jadwal penerbangan.

Sementara itu, kualitas udara di Singapura mengalami penurunan sejak Jumat, 9 Oktober 2026, seiring berlangsungnya musim kabut asap.

Indeks Standar Polutan atau Pollutant Standards Index (PSI) dalam periode 24 jam tercatat mencapai angka tertinggi musiman sebesar 192. Kondisi tersebut menempatkan Singapura sebagai negara dengan tingkat polusi udara tertinggi di dunia pada hari itu.

Dampak kabut asap lintas batas ini kembali menyoroti gangguan yang dapat ditimbulkan karhutla terhadap kualitas udara dan aktivitas transportasi udara di kawasan Asia Tenggara.

TERKINI

Load More
x|close