Kemlu Minta WNI di Arab Saudi Batasi Perjalanan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 14 Okt 2026, 06:30
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Bendera Arab Saudi Bendera Arab Saudi (Arab News)

Ntvnews.id, Riyadh - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) mengimbau warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Arab Saudi untuk meningkatkan kewaspadaan dan membatasi perjalanan yang tidak mendesak menyusul meningkatnya ketegangan akibat serangan milisi Houthi.

Juru Bicara II Kemlu, Vahd Nabyl, menyampaikan bahwa WNI di Arab Saudi sebaiknya menghindari perjalanan yang tidak mendesak di tengah situasi keamanan yang memanas. Ia juga meminta masyarakat Indonesia untuk memperhatikan perkembangan penerbangan.

"Membatasi perjalanan yang tidak mendesak. Selebihnya tentang perlu waspada dan memantau status penerbangan," kata Nabyl saat ditanya lebih lanjut apakah ada imbauan untuk menunda perjalanan.

Dalam keterangan resminya, Nabyl menjelaskan bahwa Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Riyadh meminta seluruh WNI meningkatkan kewaspadaan, menjauhi lokasi yang berpotensi terdampak serangan, terutama kawasan Bandara Internasional King Khalid, serta mengikuti arahan otoritas setempat.

"WNI yang akan bepergian dari dan menuju Arab Saudi diimbau untuk memastikan kembali status penerbangannya kepada maskapai masing-masing dan terus mengikuti informasi resmi dari otoritas Arab Saudi maupun KBRI Riyadh," ungkap dia.

Baca Juga: China Kecam Serangan Houthi ke Arab Saudi

Kemlu bersama KBRI Riyadh dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Jeddah terus memantau perkembangan situasi keamanan di Arab Saudi. Ketiga perwakilan tersebut juga menyiapkan langkah-langkah perlindungan untuk menjamin keselamatan WNI yang berada di negara itu.

"Termasuk menyiapkan rencana kontijensi sekiranya keadaan semakin memburuk," imbuh dia.

Dalam beberapa hari terakhir, milisi Houthi melancarkan serangan ke sejumlah wilayah di Arab Saudi. Sasaran serangan mencakup fasilitas strategis, termasuk Bandara Internasional Abha dan Bandara Internasional King Khalid di Riyadh.

Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan 13 orang meninggal dunia dan sekitar 300 orang lainnya mengalami luka-luka.

Nabyl memastikan bahwa hingga 12 Oktober 2026, tidak ada WNI yang dilaporkan meninggal dunia maupun mengalami luka-luka akibat serangan Houthi tersebut.

Untuk memastikan kondisi warga Indonesia, KBRI Riyadh terus menjalin koordinasi dengan otoritas Arab Saudi. Pemantauan juga dilakukan melalui informasi terkini dari sejumlah rumah sakit di Riyadh dan wilayah sekitarnya.

Di tengah situasi tersebut, KBRI Riyadh dan KJRI Jeddah tetap beroperasi untuk memberikan pelayanan konsuler serta perlindungan kepada WNI yang membutuhkan bantuan.

WNI yang memerlukan bantuan dapat menghubungi layanan hotline KBRI Riyadh di nomor +966 569173990 atau hotline KJRI Jeddah di nomor +966 503609667.

TERKINI

Load More
x|close