Kemlu: 2 WNI Terluka Akibat Serangan di Bandara Riyadh

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 14 Okt 2026, 17:43
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Arsip - Asap tebal naik di dekat Bandara Internasional King Khalid di timur laut Riyadh, Arab Saudi Arsip - Asap tebal naik di dekat Bandara Internasional King Khalid di timur laut Riyadh, Arab Saudi (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan dua warga negara Indonesia (WNI) mengalami luka ringan akibat serangan yang menyasar Bandara Internasional Raja Khalid di Riyadh, Arab Saudi, pada Minggu, 11 Oktober 2026. Keduanya telah mendapatkan perawatan dan diperbolehkan pulang pada hari yang sama.

Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI Heni Hamidah mengatakan informasi mengenai dua WNI yang menjadi korban tersebut diterima dari Kemlu Arab Saudi pada Selasa, 13 Oktober 2026.

“Keduanya telah diperbolehkan pulang pada hari yang sama, 11 Oktober 2026,” kata Heni merespons wartawan melalui pernyataan tertulis di Jakarta, Rabu, 14 Oktober 2026.

Kedua korban diketahui berinisial RM, berusia 45 tahun, dan ET, berusia 32 tahun. Heni menjelaskan bahwa keduanya merupakan WNI yang memiliki izin tinggal tetap di Arab Saudi.

Baca Juga: Kemlu Minta WNI di Arab Saudi Batasi Perjalanan

“Mereka bukan jamaah umrah,” tambahnya.

Heni menyampaikan bahwa kedua korban sempat menjalani perawatan di RS Sulaiman Habib, Riyadh. Namun, ia tidak merinci jenis luka yang dialami masing-masing korban.

Sebelumnya, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Riyadh telah berkoordinasi dengan otoritas setempat dan korps diplomatik untuk memastikan situasi keamanan serta keselamatan WNI setelah serangan tersebut.

Dalam pernyataan tertulis pada Selasa, 13 Oktober 2026, KBRI Riyadh juga menyebut telah menjalin koordinasi dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). Langkah tersebut dilakukan karena sejumlah anggotanya bekerja di berbagai rumah sakit di Riyadh. KBRI turut berkomunikasi dengan komunitas WNI yang bekerja di Bandara Internasional Raja Khalid.

Baca Juga: Houthi Serang Sejumlah Wilayah Arab Saudi, Kemlu RI Minta WNI Tingkatkan Kewaspadaan

Selain itu, KBRI Riyadh telah memberikan bantuan kepada tiga pekerja migran Indonesia yang terdampak gangguan penerbangan di bandara tersebut pada Minggu, 11 Oktober 2026.

Dalam beberapa hari terakhir, Bandara Internasional Raja Khalid di Riyadh dilaporkan berulang kali menjadi sasaran serangan kelompok Ansar Allah atau Houthi yang berasal dari Yaman.

Sputnik melaporkan bahwa Otoritas Penerbangan Sipil Arab Saudi menyebut serangan pada 10 Oktober 2026 menewaskan 12 orang dan menyebabkan 309 orang lainnya terluka. Sementara itu, serangan pada 11 Oktober 2026 mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan 11 orang mengalami luka-luka.

Serangan tersebut dilaporkan mengenai dua terminal penumpang dan memicu kebakaran di area bandara.

Berdasarkan catatan Kemlu Arab Saudi, terdapat sekitar 581.000 WNI yang berada di negara tersebut. Jumlah itu terdiri atas 351.070 pemegang izin tinggal atau iqamah serta 229.350 pengunjung atau peziarah.

(Sumber: Antara)

x|close