Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia mengatakan dirinya telah melaporkan perkembangan pembahasan Rancangan Undang-Undang Minyak dan Gas Bumi (RUU Migas) kepada Presiden Prabowo Subianto. Selain itu, Bahlil turut menanggapi pertanyaan mengenai kemungkinan perubahan pejabat Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Bahlil menyampaikan hal tersebut seusai memberikan keterangan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 14 Oktober 2026. Ia menjelaskan, sebelumnya dirinya mewakili Presiden Prabowo dalam pembukaan Trade Expo Indonesia ke-41 di Tangerang.
"Tadi saya mewakili Bapak Presiden di acara membuka Trade Expo yang ke-41 di Tangerang. Yang kedua, saya melaporkan perkembangan pembahasan RUU Migas kepada Bapak Presiden. Ya, itu aja," kata Bahlil.
Dalam kesempatan tersebut, Bahlil juga mendapat pertanyaan mengenai pembahasan sektor kelistrikan bersama pemerintah, menyusul pemadaman listrik berkepanjangan yang terjadi di Batam pada Senin, 12 Oktober 2026.
Bahlil mengatakan, pemerintah menilai perbaikan layanan kelistrikan di sejumlah daerah perlu dilakukan secara lebih intensif untuk memastikan masyarakat mendapatkan pelayanan yang lebih baik.
Baca Juga: Prabowo Minta PLN Bertransformasi
"Oh, iya, ini kan bagian daripada Pak Rosan mungkin dari sampai ke sini kan. Ini kan saya juga tadi menyampaikan karena diskusi tentang bagaimana cara agar beberapa daerah tentang listrik harus kita lakukan apa namanya? Perbaikan yang lebih intensif lagi. Agar bisa kita memberikan pelayanan yang terbaik untuk rakyat," ujarnya.
Selain persoalan kelistrikan dan pembahasan RUU Migas, Bahlil juga ditanya mengenai kemungkinan perubahan posisi Menteri ESDM, termasuk apakah jabatan tersebut akan tetap dirangkap olehnya.
Menanggapi pertanyaan tersebut, Bahlil menegaskan bahwa hingga saat ini dirinya masih menjalankan tugas sesuai arahan Presiden Prabowo.
"Sampai dengan hari ini, saya menjalankan apa yang diperintahkan oleh Bapak Presiden sebaik sebagai Menteri ESDM maupun sebagai Menko Hrilisasi, gitu ya?" kata Bahlil.
Pernyataan tersebut disampaikan ketika Bahlil menjawab pertanyaan wartawan mengenai kemungkinan jabatan Menteri ESDM diisi oleh orang lain atau tetap dirangkap olehnya. Namun, dalam paparan tersebut, Bahlil tidak menyampaikan pengumuman mengenai perubahan pejabat Menteri ESDM.
Di sisi lain, pembahasan RUU Migas yang dilaporkan kepada Presiden menjadi salah satu agenda yang disampaikan Bahlil dalam keterangannya. Ia tidak merinci substansi pembahasan maupun tahapan lanjutan rancangan undang-undang tersebut.
Bahlil juga tidak memberikan keterangan lebih lanjut mengenai kemungkinan perubahan susunan pejabat di kementerian. Ia hanya menegaskan bahwa dirinya masih melaksanakan tugas yang diperintahkan Presiden, baik sebagai Menteri ESDM maupun sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi.
Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia (NTVnews)