Situasi Keamanan Arab Saudi Memburuk, Malaysia Imbau Warga Tunda Umrah

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 15 Okt 2026, 09:25
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Jumlah jamaah calon haji Indonesia. Jamaah calon haji dari berbagai negara melakukan tawaf di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, Selasa 12 Mei 2026. Berdasarkan data Kementerian Haji dan Umrah RI hingga hari ke-22 operasional penyelenggaraan haji ju Jumlah jamaah calon haji Indonesia. Jamaah calon haji dari berbagai negara melakukan tawaf di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, Selasa 12 Mei 2026. Berdasarkan data Kementerian Haji dan Umrah RI hingga hari ke-22 operasional penyelenggaraan haji ju (Antara)

Ntvnews.id, Kuala Lumpur - Pemerintah Malaysia meminta warganya mempertimbangkan penundaan sementara perjalanan umrah menyusul meningkatnya kekhawatiran keamanan di Arab Saudi setelah serangan rudal di Bandara Internasional King Khalid, Riyadh.

Dilansir dari Channel News Asia, Kamis, 15 Oktober 2026, Imbauan tersebut dikeluarkan setelah kelompok pemberontak Houthi asal Yaman mengklaim bertanggung jawab atas serangkaian serangan di sejumlah bandara Arab Saudi, termasuk Bandara Internasional King Khalid.

Serangan pada Sabtu, 10 Oktober 2026 di bandara tersebut dilaporkan menewaskan 13 orang dan menyebabkan lebih dari 300 orang terluka. Sehari kemudian, serangan lainnya menewaskan satu orang dan melukai sekitar belasan orang.

Menteri Luar Negeri Malaysia, Mohamad Hasan, mengatakan pemerintah tetap memantau kondisi keamanan. Meski belum ada laporan insiden di Makkah, serangan rudal di Riyadh membuat pemerintah menyarankan penundaan perjalanan yang tidak mendesak ke kota suci Makkah dan Madinah.

"Tidak ada insiden di Mekah, tetapi ledakan rudal di Riyadh telah menimbulkan kekhawatiran keamanan," kata Mohamad Hasan, seperti dikutip kantor berita nasional Bernama setelah menghadiri keberangkatan Raja Abdullah II dari Yordania di Bandara Internasional Kuala Lumpur.

Baca Juga: Gegara Kabut Asap, Maskapai Malaysia Batalkan Penerbangan ke Singapura

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Malaysia menyatakan tidak ada warga negaranya yang menjadi korban tewas maupun luka-luka dalam serangan di Bandara Internasional King Khalid. Tidak ada pula warga Malaysia yang dilaporkan menjadi korban dalam insiden yang melibatkan proyektil di sekitar Bandara Internasional King Fahd, Dammam.

Di Indonesia, Kementerian Haji dan Umrah turut mengingatkan warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Arab Saudi agar meningkatkan kewaspadaan dan mengutamakan keselamatan, termasuk bagi mereka yang tengah menjalankan ibadah umrah.

"Kami mendesak warga negara Indonesia di Arab Saudi, termasuk jamaah Umrah, untuk tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan mereka," kata juru bicara kementerian Ichsan Marsha, seperti dikutip kantor berita Antara.

Jemaah Indonesia yang saat ini berada di Arab Saudi disarankan terus berkoordinasi dengan penyelenggara perjalanan, mengikuti perkembangan situasi, serta mematuhi arahan keselamatan dari otoritas setempat.

Sementara itu, calon jemaah yang akan berangkat ke Arab Saudi diminta menghubungi operator perjalanan masing-masing untuk memastikan jadwal penerbangan, pengaturan keberangkatan, dan kemungkinan perubahan ketentuan perjalanan di tengah situasi keamanan yang berkembang.

x|close