Kemlu Kecam Pembatasan Pilot RI oleh Israel

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 15 Okt 2026, 09:31
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI Yvonne Mewengkang. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI Yvonne Mewengkang. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI merespons keputusan otoritas Israel yang menolak pendaratan pesawat Ethiopian Airlines karena pilot yang bertugas merupakan warga negara Indonesia (WNI). Pemerintah Indonesia terus memantau perkembangan kasus tersebut dan memastikan hak-hak pilot tetap terlindungi.

Juru bicara Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, mengatakan pihaknya berkoordinasi dengan sejumlah perwakilan Indonesia di luar negeri, termasuk Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Addis Ababa, Ethiopia, untuk mengikuti perkembangan situasi dan kondisi pilot tersebut.

"Kementerian Luar Negeri RI melalui KBRI Addis Ababa juga akan terus berkoordinasi dengan pihak maskapai untuk memastikan hak-hak pilot WNI tersebut sebagai pekerja tetap terpenuhi dan tidak ada tindakan diskriminatif lanjutan," kata Yvonne dalam pernyataan tertulis, dikutip dari Antara, Kamis, 15 Oktober 2026.

Kemlu juga mencatat penjelasan Ethiopian Airlines yang menyebut insiden tersebut terjadi akibat kurangnya koordinasi internal. Pemerintah Indonesia mendorong maskapai melakukan evaluasi menyeluruh agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

Yvonne menegaskan Indonesia menghormati kewenangan setiap otoritas penerbangan dalam menetapkan standar keselamatan dan keamanan, termasuk ketentuan bagi awak pesawat.

"Namun, Indonesia juga menegaskan agar kebijakan keamanan diterapkan secara objektif, proporsional dan berbasis risiko, serta tidak berdasarkan pertimbangan politik atau kewarganegaraan," ujar Yvonne.

Ia juga menyampaikan bahwa Indonesia mencermati kebijakan Israel yang membatasi awak pesawat dari sejumlah negara, termasuk Indonesia, dengan mempertimbangkan kewarganegaraan mereka.

Baca Juga: Kemlu Minta WNI di Arab Saudi Batasi Perjalanan

"Praktik ini bertentangan dengan prinsip non-diskriminasi dan semangat fasilitasi penerbangan internasional," imbuh Yvonne.

Indonesia tidak mengakui Israel dan tidak memiliki hubungan diplomatik dengan negara tersebut. Meski demikian, pemerintah terus berupaya memanfaatkan jalur komunikasi yang memungkinkan, termasuk melalui pihak-pihak di Ethiopia, untuk melindungi kepentingan WNI yang terdampak.

Berdasarkan informasi Ethiopian Airlines, pilot asal Indonesia yang sebelumnya bertugas menerbangkan pesawat pada rute Addis Ababa-Tel Aviv kini telah dialihkan ke rute penerbangan lain.

Maskapai tersebut juga menilai insiden ini tidak menimbulkan gangguan berarti terhadap operasional penerbangan mereka.

Ethiopian Airlines menjadi sorotan setelah otoritas Israel menolak pendaratan pesawat yang diterbangkan pilot asal Indonesia. Media Israel, The Times of Israel, melaporkan kejadian tersebut berlangsung pada Minggu, 11 Oktober 2026 malam.

Sementara itu, Channel 13 melaporkan insiden bermula ketika Ethiopian Airlines mengirimkan daftar awak pesawat kepada otoritas Israel setelah pesawat lepas landas. Akibatnya, pesawat tersebut diminta berbalik arah ketika sudah berada di udara.

Dalam perjalanan kembali ke Ethiopia, pesawat dilaporkan membuang bahan bakar ke laut. Setelah itu, pilot digantikan oleh awak lain yang memiliki izin untuk mendarat di Israel.

Kasus ini memunculkan perhatian terhadap penerapan kebijakan keamanan penerbangan internasional, khususnya mengenai perlakuan terhadap awak pesawat berdasarkan kewarganegaraan. Pemerintah Indonesia menegaskan bahwa standar keamanan penerbangan semestinya diterapkan secara objektif dan tidak diskriminatif.

x|close