Dugaan Pembajakan Pesawat, Jerman Tutup Bandara dan Kerahkan Jet Tempur

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 15 Okt 2026, 11:10
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi Pesawat Ilustrasi Pesawat (Istimewas)

Ntvnews.id, Berlin - Otoritas Jerman menutup sementara akses Bandara Nuremberg dan mengerahkan sejumlah jet tempur setelah pesawat Corendon Airlines diduga mengalami pembajakan pada Selasa, 13 Oktober 2026. Langkah pengamanan tersebut diambil setelah petugas menerima sinyal yang mengindikasikan kemungkinan adanya pembajakan.

Juru bicara kepolisian Jerman, Michael Petzold, mengatakan pihaknya menerima kode darurat yang dikirimkan kopilot pesawat. Sinyal tersebut memicu kekhawatiran karena petugas tidak dapat menjalin komunikasi dengan awak di kokpit.

"Karena kami tidak bisa menghubungi kokpit, dan menara pengawas juga tidak bisa menghubungi kokpit, kami harus berasumsi yang terburuk, bahwa itu mungkin memang pembajakan," ujarnya, seperti dikutip dari ABC News, Kamis, 15 Oktober 2026.

Kantor berita Jerman, DPA, melaporkan bahwa polisi kemudian membatasi akses menuju Bandara Nuremberg sebagai langkah antisipasi setelah menerima sinyal tersebut.

Juru bicara bandara menyebut insiden itu berdampak pada jadwal penerbangan. Sebanyak enam penerbangan ditangguhkan, sementara dua pesawat yang dijadwalkan mendarat dialihkan ke bandara lain.

Baca Juga: Paksa Pramugari Berlutut, Penumpang Pesawat Dilarang Terbang

Dalam keterangannya kepada Associated Press (AP), Corendon Airlines menjelaskan bahwa pesawat Boeing 737-800 yang melayani rute Corfu, Yunani, menuju Nuremberg, Jerman, mengirimkan kode darurat pada Selasa pagi ketika melintasi wilayah udara Kroasia.

Maskapai tersebut menyatakan sinyal darurat dikirim karena sistem komunikasi radio pesawat terdeteksi mengalami gangguan. Meski demikian, Corendon Airlines memastikan tidak terjadi keadaan darurat selama penerbangan berlangsung.

Pesawat itu akhirnya berhasil mendarat dengan selamat di Nuremberg dengan membawa 178 penumpang dan awak pesawat.

Eropa Perketat Pengamanan Wilayah Udara

Markas besar Uni Eropa di Brussel, Belgia. <b>(Antara)</b> Markas besar Uni Eropa di Brussel, Belgia. (Antara)

Dalam beberapa waktu terakhir, sejumlah negara Eropa meningkatkan pengawasan terhadap wilayah udaranya menyusul kemunculan pesawat nirawak atau drone yang tidak teridentifikasi di beberapa negara.

Sejumlah pemerintah Eropa menuding Rusia berada di balik aktivitas drone tersebut. Namun, tuduhan itu menjadi bagian dari ketegangan keamanan yang lebih luas antara Moskow dan negara-negara Eropa.

Bulan lalu, pemerintah Jerman menuduh Rusia terlibat dalam upaya serangan menggunakan drone bermuatan bahan peledak di Bandara Leipzig/Halle. Sebagai respons atas insiden tersebut, Jerman menutup konsulat Rusia.

Presiden Rusia Vladimir Putin telah membantah keterlibatan negaranya dalam peristiwa tersebut.

Moskow juga berulang kali dituding melakukan tindakan sabotase dan mengganggu stabilitas negara-negara Eropa sejak melancarkan invasi ke Ukraina. Negara-negara Eropa menilai tindakan tersebut bertujuan melemahkan dukungan internasional terhadap Kyiv sekaligus menciptakan ketidakstabilan di kawasan.

x|close