2 Pemimpin Partai Kecoak India Ditahan usai Terobos Barikade Demo

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 15 Okt 2026, 07:05
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Partai Rakyat Kecoak Partai Rakyat Kecoak (Istimewa)

Ntvnews.id, New Delhi - Dua tokoh utama Partai Janta Kecoak (CJP), gerakan politik populer yang digerakkan anak muda di India, ditahan di penjara selama lima hari pada Rabu, 14 Oktober 2026. Keduanya dituduh memasuki area tanpa izin saat mengikuti aksi protes di New Delhi.

Dilansir dari AFP, Kamis, 15 Oktober 2026, Pendiri CJP, Abhijeet Dipke, menyampaikan penahanan Ashutosh Ranka (30) dan Saurav Das (27) melalui unggahan di media sosial.

Dipke mengatakan kedua rekannya telah menjalani penahanan berdasarkan perintah pengadilan setempat. Ranka diketahui merupakan insinyur lulusan Indian Institute of Technology dan London School of Economics. Sementara itu, Das memiliki latar belakang sebagai jurnalis.

Penahanan keduanya berlangsung ketika kepolisian meningkatkan tindakan terhadap demonstrasi yang mempersoalkan Komisi Pemilu India (ECI). Lembaga tersebut dituding memanipulasi daftar pemilih untuk menguntungkan Partai Bharatiya Janata (BJP), partai yang dipimpin Perdana Menteri India Narendra Modi.

Aksi protes tersebut juga melibatkan sejumlah partai oposisi yang mendesak Ketua ECI, Gyanesh Kumar, mengundurkan diri.

Partai-partai oposisi dan sejumlah pengkritik menilai perubahan daftar pemilih yang dilakukan ECI berpotensi menghilangkan hak pilih jutaan warga India. Namun, ECI membantah tuduhan manipulasi tersebut dan menyatakan revisi dilakukan untuk menghapus data pemilih ganda serta nama pemilih yang tidak memenuhi persyaratan.

Ranka dan Das ditangkap setelah bersama sejumlah tokoh serta pendukung CJP memasuki kawasan Jantar Mantar, New Delhi. Lokasi tersebut dikenal sebagai salah satu tempat ikonik yang kerap digunakan untuk menggelar demonstrasi.

Kepolisian New Delhi sebelumnya menghapus Jantar Mantar dari daftar lokasi yang diizinkan untuk menggelar aksi unjuk rasa. Aparat juga menutup akses menuju kawasan tersebut ketika CJP mengadakan demonstrasi sejak akhir pekan.

Video yang diunggah Dipke ke media sosial memperlihatkan Ranka dan Das memanjat barikade di jalanan Jantar Mantar. Keduanya kemudian berlari sambil mengibarkan bendera nasional Israel sebelum dikejar dan ditangkap polisi.

Baca Juga: Partai Rakyat Kecoak Viral di India, Kalahkan Pamor Partai PM Modi

Kepala Kepolisian New Delhi menyatakan penangkapan dilakukan karena "dugaan upaya berulang untuk mengganggu ketertiban umum dan melanggar hukum".

Pada Rabu, 14 Oktober 2026, pengadilan setempat memutuskan keduanya harus menjalani penahanan selama lima hari. Setelah periode tersebut berakhir, pengadilan dapat memperpanjang masa penahanan, memberikan penangguhan dengan jaminan, atau membebaskan mereka.

Kepolisian New Delhi juga mempertimbangkan dugaan bahwa kedua tokoh tersebut mengajak orang lain melakukan pelanggaran serupa melalui media sosial.

"Dugaan upaya mereka untuk menghasut orang lain melalui media sosial agar melakukan tindakan melanggar hukum serupa, juga menjadi bahan pertimbangan," demikian pernyataan Kepolisian New Delhi.

CJP Tegaskan Tidak Akan Mundur

Penahanan dua pemimpinnya tidak menyurutkan sikap CJP terhadap pemerintah India. Tokoh CJP lainnya, Ajinkya Shinde, menegaskan kelompoknya tidak akan "gentar" menghadapi tindakan aparat.

Shinde turut ditangkap dalam rangkaian demonstrasi tersebut, tetapi kemudian dibebaskan dengan jaminan pribadi.

"Kami akan mengakhiri pemerintahan diktator ini," tegasnya, merujuk pada pemerintahan Modi.

Sementara itu, Dipke memberikan dukungan kepada Ranka dan Das. Ia menilai tindakan kedua tokoh tersebut menjadi pesan perlawanan terhadap pemerintah yang mereka kritik.

Dipke menyebut keduanya telah "menunjukkan kepada seluruh negeri bahwa satu-satunya cara untuk melawan sosok penindas seperti Modi adalah dengan tidak pernah tunduk, apa pun konsekuensinya".

Dukungan juga datang dari pemimpin oposisi parlemen India, Rahul Gandhi, yang berasal dari Partai Kongres. Ia mengecam penahanan kedua tokoh CJP tersebut dan menyebutnya sebagai "tindakan pengecut".

Kasus ini menambah ketegangan politik di India di tengah polemik mengenai revisi daftar pemilih dan tuntutan oposisi terhadap Komisi Pemilu. Sementara ECI bersikeras bahwa perubahan dilakukan untuk membersihkan data pemilih, kelompok oposisi tetap mempertanyakan dampaknya terhadap hak politik masyarakat.

TERKINI

ASEAN Bahas Kabut Asap Lintas Batas Jelang KTT Manila

Luar Negeri Kamis, 15 Okt 2026 | 07:14 WIB

VIDEO: Detik-detik Mengerikan Ledakan Pasar Cimanggis

Metro Kamis, 15 Okt 2026 | 07:10 WIB

AS Mulai Eksplorasi Besar-besaran Minyak dan Gas di Greenland

Luar Negeri Kamis, 15 Okt 2026 | 07:10 WIB

2 Pemimpin Partai Kecoak India Ditahan usai Terobos Barikade Demo

Luar Negeri Kamis, 15 Okt 2026 | 07:05 WIB

Iran Siaga Hadapi Berbagai Skenario Perang

Luar Negeri Kamis, 15 Okt 2026 | 07:03 WIB

Serangan Rusia Ganggu Listrik 600.000 Warga Ukraina

Luar Negeri Kamis, 15 Okt 2026 | 06:15 WIB
Load More
x|close