Atap Sekolah Ambruk,, 33 Orang Tewas Termasuk 32 Siswa

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 16 Okt 2026, 10:46
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi mayat. Ilustrasi mayat. (Antara)

Ntvnews.id, Islamabad - Korban meninggal dunia akibat runtuhnya atap sekolah di Pakistan bertambah menjadi 33 orang, terdiri atas 32 siswa dan seorang guru. Selain itu, sedikitnya 45 orang mengalami luka-luka dalam insiden tersebut.

Dilansir dari Al Jazeera, Jumat, 16 Oktober 2026, Peristiwa itu terjadi di Al-Khair Education Centre, sebuah sekolah swasta di Peshawar, ibu kota Provinsi Khyber Pakhtunkhwa, Pakistan. 

Juru bicara Lady Reading Hospital, Mohammad Asim, menyampaikan bahwa korban meninggal mencakup 12 siswi dan seorang guru perempuan. Sejumlah korban luka juga dilaporkan berada dalam kondisi kritis.

Mayoritas korban merupakan anak-anak berusia 6 hingga 12 tahun. Korban termuda diketahui berusia enam tahun, sedangkan korban tertua berumur 14 tahun.

Pihak rumah sakit menetapkan status darurat untuk menangani para korban. Sementara itu, Direktur Regional Departemen Penyelamatan, Arif Khattak, mengatakan sedikitnya 45 anak mengalami luka dengan tingkat keparahan beragam, mulai dari luka ringan hingga cedera serius.

Rekaman televisi memperlihatkan petugas penyelamat berupaya membersihkan puing-puing bangunan menggunakan tangan. Sejumlah anak yang mengalami luka dan berlumuran darah dievakuasi menuju ambulans yang telah disiagakan di lokasi kejadian. Warga juga terlihat berkumpul di gang sempit tempat sekolah tersebut berada.

Seorang petugas penyelamat menjelaskan bahwa atap lantai atas runtuh dan menimpa ruang kelas di bawahnya. Insiden tersebut menyebabkan dua lantai bangunan sekolah ambruk.

Beberapa jam setelah kejadian, petugas menyatakan seluruh orang yang terjebak di bawah reruntuhan telah berhasil dievakuasi. Juru bicara layanan darurat, Bilal Faizi, menyebut hampir 100 petugas penyelamat dikerahkan untuk melakukan pencarian dan penyelamatan. Sejumlah orang tua siswa turut membantu proses evakuasi.

Faizi mengatakan operasi penyelamatan yang berlangsung cepat berhasil menyelamatkan sedikitnya 40 orang. Belasan anak lainnya dilaporkan mengalami luka ringan.

Baca Juga: Alasan Azerbaijan Larang Penggunaan Hijab di Sekolah

Kepala Kepolisian Peshawar, Saeed Ahmed, mengatakan pemilik sekolah telah diamankan untuk menjalani pemeriksaan terkait insiden tersebut. Menurutnya, bangunan sekolah itu memiliki struktur yang lemah.

Namun, pemilik sekolah bernama Mohammad Khan menyatakan bahwa hujan yang mengguyur wilayah tersebut selama sepekan terakhir diduga melemahkan salah satu bagian atap bangunan.

Polisi masih menyelidiki penyebab pasti runtuhnya gedung tersebut. Pemerintah Provinsi Khyber Pakhtunkhwa juga membentuk komite khusus untuk mengusut insiden di sekolah yang memiliki tiga lantai itu.

Tragedi tersebut mendapat perhatian dari pemerintah Pakistan. Presiden Asif Ali Zardari dan Perdana Menteri Shehbaz Sharif menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban melalui pernyataan terpisah.

Zardari menyatakan bahwa masyarakat Pakistan turut merasakan duka yang dialami keluarga para korban akibat peristiwa tersebut.

"Seluruh bangsa turut merasakan kesedihan keluarga-keluarga yang terdampak di masa duka ini," ujar Zardari.

Penyelidikan lebih lanjut diharapkan dapat mengungkap penyebab ambruknya bangunan sekaligus memastikan ada atau tidaknya kelalaian dalam pembangunan maupun pemeliharaan gedung sekolah tersebut.

x|close