Kabut Asap Karhutla Indonesia Capai Timor Leste, Sekolah Diliburkan Tiga Hari

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 16 Okt 2026, 06:15
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Bendera Timor Leste Bendera Timor Leste (Pixabay)

Ntvnews.id, Dili – Pemerintah Timor Leste memutuskan meliburkan kegiatan belajar-mengajar di sekolah selama tiga hari mulai Kamis, 15 Oktober 2026. Kebijakan tersebut diambil menyusul kabut asap tebal yang menyelimuti wilayah negara itu akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia.

Dilansir dari AFP,

Jumat, 16 Oktober 2026, kondisi ibu kota Dili tampak diselimuti langit berwarna kekuningan. Meski warga masih menjalankan aktivitas sehari-hari, sebagian besar dari mereka mengenakan masker untuk mengurangi paparan polusi udara, sesuai imbauan pemerintah.

Keputusan meliburkan sekolah mendapat sambutan positif dari masyarakat. Warga menilai langkah tersebut diperlukan untuk melindungi kesehatan anak-anak, meskipun tingkat polusi udara disebut sempat mencapai kondisi yang lebih buruk pada awal pekan.

"Baru-baru ini, polusi di Dili sangat parah," kata seorang bidan berusia 30 tahun, Sonya da Costa Soares, kepada AFP.

"Kami bahkan tidak bisa melihat matahari, polusinya sangat pekat," ucapnya.

Soares mengaku mendukung kebijakan penutupan sekolah tersebut. Meski anaknya belum memasuki usia sekolah, ia menilai keputusan pemerintah merupakan langkah perlindungan yang diperlukan bagi anak-anak di tengah buruknya kualitas udara.

Ia menyebut kebijakan itu "sangat penting agar anak-anak tidak berada dalam bahaya".

Baca Juga: Dituding Kabinet Gemuk, Prabowo: Timor Leste Penduduk 1 Juta, Punya 28 Menteri

Pemerintah Timor Leste sebelumnya mengumumkan penutupan sekolah pada Rabu, 14 Oktober 2026. Keputusan tersebut diambil sebagai upaya mengantisipasi dampak kesehatan akibat memburuknya kualitas udara yang dipicu oleh sebaran asap karhutla dari Indonesia.

Pemerintah menyatakan penutupan sekolah dilakukan "demi melindungi kesehatan para siswa, guru, dan anggota komunitas pendidikan lainnya, mengingat kondisi kualitas udara saat ini".

Selain meliburkan sekolah, pemerintah juga meminta keluarga untuk memastikan anak-anak tetap berada di dalam rumah. Masyarakat turut diimbau menggunakan masker apabila harus beraktivitas di luar ruangan.

Seorang warga lainnya, Felicidade Alves dos Santos Martins, menggambarkan kabut asap yang menyelimuti wilayah ibu kota hingga kawasan pegunungan.

"Rasanya seperti asap kebakaran menyelimuti seluruh Dili dan area pegunungan. Polusi ini sangat berbahaya, bisa membuat kita jatuh sakit," kata Martins.

Karhutla Indonesia Picu Polusi Lintas Negara

Kebakaran hutan dan lahan merupakan persoalan yang kerap terjadi di Indonesia ketika musim kemarau. Namun, kondisi tahun ini dilaporkan semakin parah akibat fenomena El Nino yang kuat sehingga memicu kekeringan di berbagai wilayah.

Kebakaran telah melanda ratusan ribu hektare hutan dan lahan di Sumatra, Kalimantan, serta Papua. Api yang terus meluas dan berlangsung dalam waktu lama menyebabkan peningkatan polusi udara, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di sejumlah negara tetangga.

Malaysia, Singapura, Filipina, dan Timor Leste turut terdampak penyebaran kabut asap yang berasal dari kebakaran tersebut.

Dampak polusi udara lintas negara ini menambah kekhawatiran terhadap kesehatan masyarakat, terutama anak-anak dan kelompok rentan yang berisiko mengalami gangguan pernapasan akibat paparan asap dalam jangka waktu tertentu.

Peliburan sekolah selama tiga hari menjadi salah satu langkah pencegahan yang ditempuh pemerintah Timor Leste untuk mengurangi risiko paparan polusi terhadap siswa dan tenaga pendidik.

Pemerintah juga meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan dengan membatasi aktivitas di luar ruangan serta mengikuti imbauan kesehatan selama kondisi kualitas udara belum membaik.

x|close