BGN Sebut MBG Prasmanan Berpotensi Tekan Limbah Makanan

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 16 Okt 2026, 17:10
thumbnail-author
Jihan Dwicahya
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Kepala BGN Sudaryono saat ditemui di Jakarta, Jumat, 16 Oktober 2026. Kepala BGN Sudaryono saat ditemui di Jakarta, Jumat, 16 Oktober 2026. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menilai penyajian Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan sistem prasmanan berpotensi mengurangi limbah makanan. Metode ini dinilai dapat meningkatkan konsumsi siswa karena mereka bisa mengambil makanan sesuai kebutuhan masing-masing.

"Saya lihat memang dari beberapa yang sekarang sudah jalan, ini tingkat habisnya, tingkat kebersihannya tinggi, ya, jadi, orang juga senang," katanya di Jakarta, Jumat, 16 Oktober 2026.

Sudaryono menegaskan, penerapan sistem prasmanan tidak akan mengubah anggaran yang telah ditetapkan, yakni Rp15 ribu per porsi.

"Kita melayaninya kan Rp15 ribu dikalikan jumlah anak sekolah, ya, tetapi bahwa waste (limbah)-nya itu kan yang menjadi perhatian, misal antara satu siswa dengan siswa yang lain itu kan ada tubuhnya kecil, misalnya sama-sama kelas 5 SD kan ada yang kecil, yang besar, gitu, tentu makannya kan berbeda," ujar dia.

Baca Juga: Kepala BGN: MBG Prasmanan Harus Disetujui Sekolah

Menurut Sudaryono, sistem pembagian makanan sebelumnya cenderung memberikan porsi yang sama kepada seluruh siswa, meskipun kebutuhan makan mereka berbeda. Melalui prasmanan, siswa yang membutuhkan makanan lebih banyak dapat mengambil tambahan apabila masih tersedia.

"Nah, tadinya kan kecil-besar kan porsinya sama, ini sekarang kan porsi besar-kecil sama (dalam satu prasmanan), tetapi kalau ada yang (porsinya) besar dan dia mau nambah, ada sisa, dia boleh nambah," katanya.

Saat ini, BGN tengah menguji coba atau piloting program MBG prasmanan di sejumlah daerah. Lokasi percontohan mencakup berbagai wilayah di Pulau Jawa, Aceh, Palembang, hingga daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), termasuk Merauke.

Sudaryono mengatakan, uji coba tersebut akan dievaluasi terlebih dahulu untuk mengidentifikasi dan menyelesaikan berbagai kendala sebelum penerapan diperluas secara bertahap.

Baca Juga: MBG Prasmanan di Cianjur Disambut Antusias Siswa, SPPG Siap Keliling Sekolah Tiap Pekan

BGN Sebut MBG Prasmanan Berpotensi Tekan Limbah Makanan

"Jadi, kami ingin piloting ini betul-betul prima, kami bisa lihat dan mitigasi semua persoalannya, bisa kita atasi, baru kemudian kita secara bertahap, ya, dari katakanlah ini 66, mungkin di tahap berikutnya setelah dua minggu kita evaluasi, kita bereskan, misalnya di 500, habis itu 1.000, 1.500, secara bertahap akan bertambah," paparnya.

BGN menargetkan sebanyak 5.000 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menerapkan sistem prasmanan untuk program MBG pada akhir 2026. Hingga Jumat, 16 Oktober 2026, lembaga tersebut melaporkan uji coba telah berlangsung di 66 SPPG yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

(Sumber: Antara)

x|close