Perkuat Pengamanan, AS Batasi Operasi Drone di Sepanjang Perbatasan Meksiko

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 17 Okt 2026, 09:55
thumbnail-author
Naila Fadhilah
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Perbatasan Amerika Serikat dan Meksiko. Ilustrasi - Perbatasan Amerika Serikat dan Meksiko. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta -Pemerintah Amerika Serikat (AS) resmi memberlakukan pembatasan sementara penerbangan di sepanjang kawasan perbatasan dengan Meksiko, termasuk larangan pengoperasian pesawat nirawak atau drone tanpa izin, seperti diumumkan oleh Departemen Perang AS pada Jumat (16/10).

"Departemen Transportasi AS (DOT), Departemen Perang AS (DoW), dan Departemen Keamanan Dalam Negeri AS (DHS) hari ini mengumumkan upaya terkoordinasi baru untuk memperkuat keamanan wilayah udara di sepanjang perbatasan selatan AS melalui pembatasan sementara penerbangan drone," tulis departemen tersebut melalui keterangan resmi.

Aturan pembatasan yang mulai berlaku pada Jumat itu melarang secara tegas penerbangan drone tanpa izin pada ketinggian hingga 400 kaki (sekitar 122 meter) di atas permukaan tanah. Kebijakan ini mencakup zona pengamanan selebar kira-kira satu mil laut di sisi sebelah utara perbatasan AS-Meksiko.

Dalam keterangannya, Menteri Perang AS Pete Hegseth menegaskan bahwa militer AS tidak ragu untuk menembak jatuh setiap drone yang dioperasikan oleh jaringan kartel narkoba di sepanjang perbatasan, termasuk dengan mengerahkan teknologi senjata berbasis laser.
 

Sementara itu, Menteri Keamanan Dalam Negeri AS Markwayne Mullin menilai bahwa kebijakan pembatasan ini akan sangat membantu dalam memutus rantai kegiatan pengintaian udara serta jalur logistik yang kerap dimanfaatkan oleh organisasi kriminal transnasional. Langkah tersebut sekaligus bertujuan untuk menjamin keselamatan para personel keamanan AS yang bertugas di wilayah perbatasan selatan.

Sebelumnya, pada Oktober ini, sejumlah media melaporkan bahwa militer AS telah mulai menguji coba sistem penangkal drone di perbatasan selatan sebagai respons atas lonjakan aktivitas kartel. Berdasarkan catatan dalam satu bulan terakhir, pihak militer mendeteksi adanya 378 insiden penerobosan drone ke wilayah tersebut.
 
(Sumber: Antara)
 
x|close