Potensi Gelombang Tinggi-Rob, BMKG Imbau Warga Waspada

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 17 Okt 2026, 11:46
thumbnail-author
Naila Fadhilah
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Warga melihat luapan Sungai Opak di Baros, Kretek, Bantul, DI Yogyakarta, Selasa (13/10/2026). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi hingga empat meter yang menyebabkan muara Sungai Opak tersumbat dan air meluap hingga kawasan wisata Laguna Opak. Warga melihat luapan Sungai Opak di Baros, Kretek, Bantul, DI Yogyakarta, Selasa (13/10/2026). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi hingga empat meter yang menyebabkan muara Sungai Opak tersumbat dan air meluap hingga kawasan wisata Laguna Opak. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengimbau masyarakat di kawasan pesisir serta para pelaku sektor transportasi laut agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi gelombang tinggi dan banjir rob yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia pada Sabtu (17/10).

Dalam siaran pembaruan informasi cuaca di Jakarta, Sabtu (17/10), prakirawan BMKG Sufia menjelaskan bahwa dinamika cuaca nasional yang didominasi oleh potensi hujan ringan, awan tebal, udara kabur, hingga kabut atau asap dipicu oleh terbentuknya sirkulasi siklonik di Samudra Hindia barat Aceh serta Laut China Selatan bagian selatan Vietnam. Kondisi ini turut memicu terbentuknya daerah perlambatan dan pertemuan angin di sekitar wilayah tersebut, termasuk memanjang di pesisir barat Aceh dan Laut Natuna utara.

Sehubungan dengan adanya potensi pertumbuhan awan kumulonimbus, BMKG juga memberikan peringatan bagi pengguna transportasi udara agar waspada saat melintasi wilayah Aceh, Sumatera Utara, Kalimantan Barat, Papua, Papua Barat Daya, Papua Pegunungan, serta perairan sekitarnya seperti Samudra Hindia barat Aceh hingga Samudra Pasifik utara Maluku.

Berdasarkan sebaran wilayah, kondisi cuaca di Pulau Sumatera menunjukkan potensi hujan ringan di Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, Padang, dan Tanjung Pinang, sedangkan Bengkulu serta Bandar Lampung berawan tebal. Selain itu, udara kabur terpantau di Jambi dan Pangkal Pinang, serta kabut atau asap di Palembang.
 

Di Pulau Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara, potensi hujan ringan diprakirakan terjadi di Serang, sementara Jakarta, Semarang, Bandung, Surabaya, Denpasar, Mataram, dan Kupang didominasi cuaca cerah berawan hingga berawan tebal, serta udara kabur di Yogyakarta.

Untuk wilayah Pulau Kalimantan, potensi hujan petir diprakirakan melanda Pontianak, disusul hujan ringan di Palangkaraya, Tanjung Selor, dan Samarinda, serta kondisi asap atau kabut di Banjarmasin.

Di Pulau Sulawesi, hujan ringan berpotensi turun di Mamuju, wilayah Makassar, Kendari, dan Gorontalo berawan hingga berawan tebal, udara kabur di Palu, serta asap atau kabut di Manado.

Sementara di wilayah Maluku dan Papua, potensi hujan ringan meliputi Sorong, Manokwari, Nabire, dan Jayapura, dengan udara kabur di Ternate, Ambon, Jayawijaya, dan Merauke.

Selain dinamika atmosfer tersebut, BMKG juga mengeluarkan peringatan bagi sektor transportasi laut dan kebencanaan. Nelayan dan pengguna transportasi laut diimbau mewaspadai gelombang tinggi antara 2,5 hingga 4 meter yang berpeluang terjadi di Samudra Hindia barat Lampung serta Samudra Hindia selatan Banten hingga Jawa Barat.

Masyarakat pesisir juga diminta menyesuaikan aktivitas terhadap pasang air laut akibat potensi banjir rob di pesisir Kepulauan Riau, Jakarta, Jawa Barat, Bali, Nusa Tenggara Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, dan Maluku. Di samping dominasi cuaca kering, masyarakat tetap perlu mewaspadai potensi hujan sedang hingga lebat secara lokal serta risiko kekeringan dan kebakaran hutan atau lahan.
 
 
(Sumber: Antara)
 
x|close