Gunung Anak Krakatau Meletus Lima Kali dalam 44 Menit, Aktivitas Vulkanik Masih Belum Stabil

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 17 Okt 2026, 13:27
thumbnail-author
Beno Junianto
Penulis & Editor
Bagikan
Gunung Anak Krakatau mengeluarkan asap terlihat dari perairan Selat Sunda di Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, Rabu, 9 September 2026. Gunung Anak Krakatau mengeluarkan asap terlihat dari perairan Selat Sunda di Kabupaten Lampung Selatan, Lampung, Rabu, 9 September 2026. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Gunung Anak Krakatau (GAK) mengalami lima kali erupsi dalam rentang waktu 44 menit pada Sabtu (17/10/2026) dini hari. Aktivitas letusan yang tercatat mulai pukul 01.31 WIB hingga 02.15 WIB tersebut menunjukkan bahwa aktivitas vulkanik gunung api itu masih berlangsung.

Kepala Pos Pemantauan Gunung Anak Krakatau di Lampung Selatan, Suwarno, mengatakan kondisi gunung belum sepenuhnya stabil meskipun aktivitas kegempaan sempat mengalami penurunan. Menurutnya, energi yang masih tersimpan di dalam tubuh gunung dapat memicu terjadinya erupsi kembali.

“Di dalamnya itu masih belum stabil. Kegempaannya juga masih ada, sehingga ketika ada energi bisa juga keluar,” kata Suwarno.

Lima Kali Erupsi dalam Waktu Singkat

Berdasarkan data pemantauan, erupsi pertama terjadi pada pukul 01.31 WIB, kemudian disusul letusan kedua pada pukul 01.35 WIB. Kedua peristiwa tersebut tidak teramati secara visual.

Aktivitas berlanjut pada pukul 01.40 WIB dengan erupsi ketiga yang memiliki amplitudo maksimum 40 milimeter dan durasi 22 detik.

Tujuh menit kemudian, tepatnya pukul 01.47 WIB, Gunung Anak Krakatau kembali mengalami erupsi. Letusan keempat ini tercatat memiliki amplitudo maksimum 55 milimeter dengan durasi 29 detik.

Erupsi kelima sekaligus yang terakhir dalam rangkaian tersebut terjadi pada pukul 02.15 WIB. Berdasarkan catatan pemantauan, letusan ini memiliki amplitudo maksimum 53 milimeter dan berlangsung selama 28 detik. Seperti dua erupsi pertama, letusan terakhir juga tidak teramati secara visual.

Rentetan erupsi tersebut terjadi dengan jeda waktu yang bervariasi, mulai dari empat menit hingga 28 menit. Hal ini menunjukkan bahwa aktivitas letusan berlangsung berulang dalam periode pengamatan tersebut.

Aktivitas Gunung Masih Terus Dipantau

Suwarno menjelaskan, erupsi Gunung Anak Krakatau masih berpotensi terjadi kembali setelah gunung mengalami jeda aktivitas. Karena itu, pemantauan terhadap kegempaan terus dilakukan untuk melihat perkembangan dan kecenderungan aktivitas vulkaniknya.

“Ini masih terus dipantau, tinggal kita lihat kegempaannya,” ujarnya.

Menurut Suwarno, erupsi yang terjadi berulang kali menunjukkan masih adanya energi di dalam tubuh gunung api. Kondisi tersebut menjadi salah satu hal yang diperhatikan dalam memantau perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Baca Juga: Gempa Terekam di Gunung Anak Krakatau Sebanyak 7 Kali

x|close