A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: preg_match(): Unknown modifier 'K'

Filename: libraries/Article_lib.php

Line Number: 265

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/Article_lib.php
Line: 265
Function: preg_match

File: /www/ntvweb/application/libraries/Article_lib.php
Line: 164
Function: tag_link

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 60
Function: content

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

2 Tahun Prabowo-Gibran: 10.070 Koperasi Desa Merah Putih Mulai Beroperasi - Ntvnews.id

2 Tahun Prabowo-Gibran: 10.070 Koperasi Desa Merah Putih Mulai Beroperasi

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 19 Okt 2026, 08:15
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Arsip foto - Sejumlah pekerja menyelesaikan pembangunan gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Sidabowa, Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah Arsip foto - Sejumlah pekerja menyelesaikan pembangunan gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Sidabowa, Kecamatan Patikraja, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Sebanyak 10.070 Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) tercatat telah beroperasi di berbagai wilayah Indonesia hingga 15 Oktober 2026. Program ini menjadi salah satu upaya pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka untuk memperkuat perekonomian masyarakat desa.

Deputi Bidang Kemitraan dan Hubungan Media Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom), Kurnia Ramadhana, menjelaskan bahwa koperasi tersebut dirancang sebagai pusat kegiatan ekonomi di tingkat desa dan kelurahan. Fungsinya mencakup penyediaan kebutuhan pokok hingga penyerapan serta pemasaran hasil pertanian masyarakat.

"KDKMP dikembangkan sebagai pusat kegiatan ekonomi desa yang dapat memperpendek rantai distribusi dan memperluas akses pasar bagi petani serta pelaku usaha lokal," ujar Kurnia dalam keterangan di Jakarta.

Menurut Kurnia, keberadaan koperasi diharapkan dapat memperlancar distribusi barang, meningkatkan posisi tawar petani dan produsen lokal, serta memastikan perputaran ekonomi memberikan manfaat lebih besar bagi masyarakat desa.

Berdasarkan data dashboard Sistem Informasi Manajemen Koperasi Desa (Simkopdes) per 16 Oktober 2026, aktivitas perdagangan KDKMP sepanjang tahun ini mencatatkan 85.427 transaksi dengan nilai keseluruhan mencapai Rp208,64 miliar.

Baca Juga: Deretan Doa dari Menteri Kabinet Merah Putih untuk Prabowo yang Ulang Tahun Ke-75

Beras medium dalam program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) kemasan 5 kilogram menjadi komoditas dengan nilai transaksi terbesar, yakni Rp92,98 miliar. Minyak goreng berada di posisi berikutnya dengan nilai transaksi Rp47,07 miliar.

Aktivitas perdagangan tersebut diharapkan tidak hanya mempermudah masyarakat memperoleh kebutuhan pokok, tetapi juga membuka jalur pemasaran yang lebih luas bagi produk pertanian dan usaha lokal.

Dari sisi infrastruktur, Simkopdes mencatat sebanyak 28.402 KDKMP telah menyelesaikan pembangunan gedung dan gerai melalui Agrinas Pangan Nusantara hingga 16 Oktober 2026. Pembangunan setiap koperasi tersebut menggunakan anggaran sekitar Rp3 miliar.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 10.070 KDKMP menjadi sasaran pemantauan pemerintah untuk memastikan kesiapan operasional, termasuk kelengkapan sarana dan prasarana yang dibutuhkan dalam menjalankan kegiatan usaha.

Pemerintah mendorong agar koperasi desa tidak hanya berperan sebagai tempat pembelian kebutuhan pokok. KDKMP juga diharapkan menjadi penghubung antara petani, pelaku usaha lokal, dan pasar yang lebih luas.

Dengan memperpendek jalur distribusi, produsen lokal diharapkan memiliki kesempatan lebih besar untuk memasarkan hasil produksinya. Di sisi lain, masyarakat desa dapat memperoleh barang dengan distribusi yang lebih efisien.

Pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih menjadi bagian dari agenda penguatan ekonomi kerakyatan dan pembangunan desa selama dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, yang genap pada 20 Oktober 2026.

x|close