Ntvnews.id, Vatikan - Paus Leo XIV telah meninggalkan Rumah Sakit Gemelli di Roma dan kembali ke Vatikan pada Sabtu sore setelah menjalani operasi pengangkatan bagian paru-paru kanannya. Tim medis menyatakan kondisi Paus cukup stabil untuk melanjutkan pemulihan di luar rumah sakit.
Dilansir dari NPR, Senin, 19 Oktober 2026, Vatikan merilis keterangan dari dokter pribadi Paus, Luigi Carbone, dan Kepala Bedah Toraks Rumah Sakit Gemelli, Profesor Stefano Margaritora, yang memimpin tim operasi.
Keduanya menjelaskan bahwa Paus menjalani pemeriksaan darah dan rontgen dada pada Sabtu pagi. Hasil pemeriksaan tersebut menunjukkan kondisi klinisnya memungkinkan untuk meninggalkan rumah sakit.
Paus juga diperkirakan akan memimpin doa Angelus dari jendela apartemen kepausan pada Minggu. Dalam rekaman video, Leo terlihat melambaikan tangan kepada para simpatisan di luar rumah sakit saat berjalan keluar tanpa bantuan fisik. Ia didampingi sejumlah pejabat dan petugas keamanan.
Sebelum dipulangkan, Paus terlebih dahulu mengikuti Misa di ruangan khusus yang disiapkan di lantai 10 rumah sakit, menurut kantor pers Vatikan.
Baca Juga: Kelompok Katolik AS Kekang Paus Leo XIV, Kok Bisa?
Juru bicara Vatikan Matteo Bruni menjelaskan bahwa masa pemulihan setelah operasi diperkirakan berlangsung sekitar satu pekan. Paus akhirnya diperbolehkan pulang pada hari kelima perawatan, lebih cepat daripada perkiraan awal saat operasi diumumkan.
“Perkiraan waktu pemulihan pascaoperasi adalah sekitar satu pekan,” kata Bruni.
Hasil Pemeriksaan Mengonfirmasi Adenokarsinoma
Paus Leo XIV, yang berusia 71 tahun, sebelumnya mengungkapkan kepada umat yang berkumpul di Lapangan Santo Petrus pada Minggu lalu bahwa dokter menemukan “nodul terlokalisasi” di paru-parunya pada “tahap yang sangat awal."
“Sesuai saran mereka, saya memutuskan untuk menjalani operasi untuk mengangkatnya,” ucapnya.
Namun, tindakan medis yang dilakukan pada Selasa ternyata tidak hanya mencakup pengangkatan nodul. Tim dokter menggunakan teknik bedah berbantuan video untuk mengangkat lobus bawah paru-paru kanan Paus. Prosedur tersebut berlangsung sekitar 90 menit.
Pemeriksaan jaringan paru-paru setelah operasi kemudian mengonfirmasi bahwa Paus mengalami adenokarsinoma paru-paru. Jenis kanker ini mencakup sekitar 40 persen dari seluruh kasus kanker paru-paru di Amerika Serikat, berdasarkan informasi Lung Cancer Foundation of America, sehingga menjadi bentuk kanker paru-paru yang paling umum di negara tersebut.
Dr. Otis Brawley, ahli onkologi dari Universitas Johns Hopkins yang pernah menjabat sebagai kepala petugas medis dan ilmiah American Cancer Society, mengatakan adenokarsinoma juga banyak ditemukan pada orang yang tidak memiliki kebiasaan merokok.
Paus Leo diketahui tidak memiliki riwayat merokok. Meski demikian, terdapat riwayat kanker dalam keluarganya. Ibunya, Mildred, meninggal akibat kanker pada 1990.
Pada Selasa, Vatikan turut mengumumkan bahwa kakak laki-laki Paus, Louis, yang menetap di Florida, juga tengah menjalani perawatan di rumah sakit akibat suatu jenis kanker.
Jadwal Publik Dibatalkan, Perjalanan Internasional Menanti
Paus Leo XIV. ANTARA/Anadolu/py/pri. (Antara)
Untuk sementara, kantor Paus telah mengosongkan agenda kegiatan publiknya hingga setidaknya 20 Oktober. Adapun perjalanan internasional berikutnya dijadwalkan berlangsung pada awal November, dengan tujuan Uruguay, Argentina, dan Peru.
Peru memiliki arti khusus bagi Leo karena ia pernah tinggal di negara tersebut selama beberapa periode dalam kurun waktu dua dekade. Ia juga merupakan warga negara Peru.
Dr. Jonathan Villena Vargas, ahli bedah kardiotoraks di Weill Cornell Medical Center, New York, menilai prosedur yang dijalani Paus dapat mendukung pemulihan dalam waktu relatif singkat.
“Ia menjalani operasi minimal invasif,” ujar Vargas. “Karena prosedur ini sering kami lakukan, sebagian besar pasien diizinkan bepergian sekitar dua pekan setelah operasi.”
Brawley dari Universitas Johns Hopkins juga menilai Paus berpeluang menjalani perjalanan tersebut, bergantung pada perkembangan pemulihannya.
“Saya pikir dia bisa melakukannya,” katanya.
Ia menambahkan, pasien dengan kondisi fisik yang baik setelah menjalani prosedur serupa umumnya dapat pulih dalam waktu relatif singkat.
Pasien dengan kondisi fisik yang baik yang menjalani prosedur semacam ini, menurut Brawley, “sangat sering kembali ke kondisi normal dalam tujuh hingga 10 hari.”
Paus Leo XIV menyapa jemaat saat berlangsung audiensi umum mingguan di basilika St. Petrus, Vatikan, Rabu (19/8/2026 (Antara)