Trump Salahkan Imigran atas Kerusuhan Prancis: Tutup Perbatasan Kalian Sebelum Terlambat

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 19 Okt 2026, 07:45
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Siti Ruqoyah
Editor
Bagikan
Presiden AS Donald Trump menggelar konferensi pers di Kompleks Kepresidenan sebagai bagian dari KTT NATO ke-36 para Kepala Negara dan Pemerintahan di Ankara, Turkiye, pada 8 Juli 2026. Presiden AS Donald Trump menggelar konferensi pers di Kompleks Kepresidenan sebagai bagian dari KTT NATO ke-36 para Kepala Negara dan Pemerintahan di Ankara, Turkiye, pada 8 Juli 2026. (Antara)

Ntvnews.id, Washington D.C - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengaitkan kerusuhan yang melanda Prancis dengan kebijakan imigrasi negara tersebut. Ia mendesak pemerintah Prancis memperketat aturan migrasi dan mengambil langkah untuk mengendalikan perbatasan.

Melalui unggahan di platform Truth Social, Trump menyampaikan kritik keras terhadap kebijakan imigrasi Prancis. Ia menilai kedatangan imigran dari berbagai latar belakang telah merusak kondisi negara tersebut.

"Prancis terbakar! Imigrasi orang-orang dari dunia yang sama sekali berbeda, orang-orang yang menyimpan kebencian di hati mereka, telah menghancurkan negara yang dahulu hebat itu," kata Trump dalam unggahannya, seperti dilansir dari AFP, Senin, 19 Oktober 2026.

Trump kemudian mendesak pemerintah Prancis segera mengambil tindakan untuk membatasi arus masuk imigran.

"Tutup perbatasan kalian dan ambil kendali sebelum semuanya terlambat!" lanjutnya.

Pernyataan Trump muncul ketika Prancis masih menghadapi dampak kerusakan akibat demonstrasi yang berlangsung sehari sebelumnya. Kerusuhan tersebut mengakibatkan sebuah balai kota bersejarah terbakar dan mendorong aparat menangkap sekitar 1.800 orang.

Situasi itu semakin menambah tekanan terhadap Presiden Prancis Emmanuel Macron. Negara tersebut dijadwalkan menggelar pemilihan untuk menentukan pengganti Macron dalam waktu enam bulan mendatang.

Baca Juga: Trump Desak Ukraina Ganti Presiden

Komentar Trump juga menyusul pernyataan Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance yang sebelumnya menyampaikan kritik serupa pada Sabtu, 17 Oktober 2026.

Melalui platform X, Vance menuding kebijakan imigrasi yang diterapkan negara-negara Barat telah mengabaikan persoalan integrasi pendatang dengan masyarakat setempat.

"Kaum liberal Barat mengimpor dunia ketiga ke Prancis dan negara-negara lain atas nama keberagaman dan kasih sayang. Mereka mengabaikan pertanyaan mendasar tentang asimilasi dan kompatibilitas. Mereka telah diperingatkan bahwa hal ini akan berujung seperti sekarang, tetapi mereka tidak mendengarkan," tulis Vance.

Ia juga menyampaikan harapan agar pemerintah Prancis segera mengambil langkah untuk mencegah kerusakan lebih lanjut terhadap bangunan bersejarah di negara tersebut.

"Saya berdoa agar Prancis, negara yang indah dengan masyarakat yang luar biasa, menghentikan kegilaan ini sebelum lebih banyak bangunan bersejarahnya terbakar," tambahnya.

Vance, yang disebut-sebut berpotensi menjadi salah satu kandidat dalam pemilihan presiden Amerika Serikat 2028, turut menghubungkan situasi politik tersebut dengan pemilihan sela Kongres AS pada 3 November mendatang.

Dalam pemilihan sela itu, Partai Republik diperkirakan menghadapi tantangan untuk mempertahankan kinerjanya di Kongres.

Pernyataan Trump dan Vance memperlihatkan bahwa kerusuhan di Prancis turut menjadi bahan perdebatan politik di Amerika Serikat, khususnya mengenai kebijakan imigrasi dan integrasi sosial. Sementara itu, pemerintah Prancis masih menghadapi tantangan untuk menangani dampak kerusuhan, memulihkan keamanan, dan merespons berbagai tuntutan masyarakat.

x|close