Prabowo-Sekjen PBB Guterres Bahas Palestina, PBB Apresiasi Politik Luar Negeri Indonesia

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 19 Okt 2026, 10:30
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) António Guterres di kediaman pribadi Prabowo di Hambalang pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) António Guterres di kediaman pribadi Prabowo di Hambalang (Istimewa)

Ntvnews.id, Bogor - Sekretariat Kabinet mengungkap sejumlah poin penting dalam pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) António Guterres di kediaman pribadi Prabowo di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu, 19 Oktober 2026.

Dalam pertemuan tersebut, Guterres menyampaikan apresiasi terhadap peran Indonesia di bawah kepemimpinan Prabowo, termasuk dukungan konkret bagi rakyat Palestina. Ia juga berpamitan menjelang berakhirnya masa jabatan sebagai Sekjen PBB pada Desember 2026.

"Sekjen PBB António Guterres menyampaikan beberapa hal antara lain: 1. Apresiasi atas kepemimpinan politik luar negeri Indonesia di bawah Presiden Prabowo Subianto; 2. Berpamitan menjelang berakhirnya masa jabatan Sekjen PBB pada Desember 2026 nanti; 3. Sekjen PBB mengapresiasi langkah Presiden Prabowo dalam usaha melaksanakan ketertiban dunia serta langkah nyata Indonesia membantu rakyat Palestina," demikian keterangan resmi Sekretariat Kabinet di Jakarta, Senin.

Dalam pertemuan bilateral tersebut, Presiden Prabowo didampingi Menteri Luar Negeri Arrmanatha Christiawan Nasir, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Sugiono, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, serta Wakil Tetap RI untuk PBB di New York Umar Hadi.

Sementara itu, Guterres hadir bersama Utusan Khusus Sekjen PBB untuk Isu Air Retno Marsudi dan Kepala Perwakilan PBB untuk Indonesia Gita Sabharwal.

Sekretariat Kabinet menyebut pertemuan itu menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan Indonesia dan PBB dalam mendorong perdamaian serta memperkuat stabilitas internasional.

"Pertemuan ini menegaskan eratnya komunikasi dan kemitraan Indonesia dengan PBB dalam memperjuangkan perdamaian, memperkuat stabilitas global, serta mendorong terciptanya tatanan dunia yang lebih adil dan sejahtera," ungkap Sekretariat Kabinet.

Berdasarkan keterangan resmi PBB, kedua pemimpin turut membahas reformasi sistem multilateral, perkembangan pencapaian Agenda 2030, serta sejumlah persoalan global dan regional. Situasi Palestina yang masih berada di bawah pendudukan Israel juga menjadi salah satu isu yang dibicarakan.

Kantor Sekretaris Jenderal PBB menjelaskan bahwa diskusi tersebut mencakup berbagai persoalan strategis dan upaya memperkuat kerja sama internasional dalam menghadapi tantangan dunia.

"Pertemuan tersebut membahas sejumlah isu strategis serta upaya memperkuat komunikasi dan kerja sama multilateral dalam menghadapi berbagai tantangan global. Pertemuan ini juga menjadi bagian dari upaya memperkuat dialog dan kemitraan antara Indonesia dan PBB, sekaligus menegaskan pentingnya kerja sama internasional dalam mendorong perdamaian, stabilitas, dan penyelesaian berbagai persoalan global melalui pendekatan multilateral," demikian siaran resmi Kantor Sekretariat Jenderal PBB.

Selain membahas situasi geopolitik, Guterres menyampaikan terima kasih atas kontribusi Indonesia dalam mengirimkan pasukan penjaga perdamaian ke berbagai wilayah konflik. Ia juga mengapresiasi kepemimpinan Indonesia dalam mendorong pembiayaan pembangunan yang inovatif serta upaya mengatasi dan mengantisipasi dampak perubahan iklim.

Guterres Kunjungi Pusat Misi Perdamaian TNI

Setelah bertemu Prabowo di Hambalang, Guterres dijadwalkan mengunjungi Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI di Kabupaten Bogor pada Senin, 19 Oktober 2026.

Di pusat pelatihan dan persiapan prajurit yang akan menjalankan misi perdamaian PBB tersebut, Guterres akan memberikan penghormatan kepada 50 prajurit TNI yang gugur saat bertugas dalam misi penjaga perdamaian dunia.

Wakil Juru Bicara Sekjen PBB Farhan Haq sebelumnya menyampaikan bahwa Guterres juga akan bertemu dengan prajurit Indonesia yang dipersiapkan untuk bertugas dalam misi PBB di Republik Afrika Tengah.

“(Di PMPP TNI, red.) Sekretaris Jenderal juga akan bertemu dengan prajurit yang akan ditugaskan bersama misi perdamaian PBB di Republik Afrika Tengah (MINUSCA),” kata Farhan saat jumpa pers pada pekan lalu.

Agenda Guterres di Indonesia selanjutnya adalah menyampaikan pidato bertajuk "Delapan Dekade Perserikatan Bangsa-Bangsa: Apa Selanjutnya?” di Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta.

Setelah menyelesaikan rangkaian kegiatan tersebut, Guterres dijadwalkan bertolak kembali ke New York, Amerika Serikat, pada Senin.

x|close