Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam), Dudung Abdurachman, menegaskan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap sistem rekrutmen personel Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Langkah ini dinilai mendesak sebagai respons atas insiden penembakan antaranggota polisi yang terjadi di Tangerang Selatan.
“Ya, sistem rekrutmen [dievaluasi], entah ideologi, psikologi, itu pasti akan sangat dominan. Kita lihat gejala-gejalanya seperti itu,” ujar Dudung saat ditemui di Kantor Kemenko Polkam, Jakarta Pusat, pada hari Senin (19/10).
Menurut Dudung, setiap personel kepolisian yang diberikan kewenangan memegang dan membawa senjata api wajib memiliki tingkat kestabilan sikap dan mental yang matang. Pengendalian emosi yang baik diyakini dapat mencegah personel bertindak gegabah atau menggunakan senjata secara sembarangan saat menghadapi suatu persoalan.
Ia juga mengimbau agar setiap anggota yang menghadapi masalah pribadi dapat segera melapor kepada pimpinan atau atasannya, alih-alih melampiaskannya melalui tindakan emosional yang tidak terkontrol dan berakibat fatal.
Baca Juga: Menko Polkam Dudung Ungkap Cairan Bantuan Brasil Diuji untuk Padamkan Karhutla dari Udara
“Kalau ada masalah-masalah pribadi, harus laporlah kepada atasannya, ya, kepada pimpinannya, jangan melakukan tindakan-tindakan dengan emosi tidak terkontrol yang akhirnya seperti itu,” tegasnya.
Sebelumnya, jajaran Polda Metro Jaya telah memastikan proses hukum berjalan pascaperistiwa penembakan yang menimpa anggota Direktorat Polisi Udara (Ditpoludara), Bharatu LLVL, oleh rekan seprofesinya berinisial AR. Insiden tragis tersebut terjadi di Mako Polairud Pondok Cabe, Pamulang, Tangerang Selatan, pada Jumat (16/10) sekitar pukul 05.30 WIB dan mengakibatkan korban meninggal dunia.
“Kami menyampaikan dukacita yang mendalam atas meninggalnya anggota Ditpoludara Bharatu LVVL dalam peristiwa penembakan tersebut,” ujar Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Budi Hermanto, dalam keterangan resmi di Jakarta, Minggu (18/10).
Budi membenarkan kejadian tersebut sekaligus menyampaikan belasungkawa kepada pihak keluarga korban yang ditinggalkan. Pihaknya memastikan bahwa oknum anggota berinisial AR selaku tersangka telah diamankan dan kini ditahan di Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya guna menjalani proses hukum lebih lanjut.
“Saat ini tersangka masih menjalani pemeriksaan oleh penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya,” kata Budi.
Baca Juga: Jalani Sertijab, Dudung Abdurachman Tiba di Kemenko Polkam Usai Dilantik Presiden Prabowo
Penyidik saat ini masih terus mendalami rangkaian peristiwa di balik insiden tersebut guna mengungkap fakta secara utuh serta memastikan proses peradilan berjalan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Polda Metro Jaya berkomitmen penuh untuk menangani perkara ini secara profesional, objektif, dan transparan.
“Setiap perkembangan akan disampaikan kepada publik berdasarkan hasil pemeriksaan dan fakta yang telah terverifikasi,” pungkasnya.
(Sumber: Antara)
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Dudung Abdurachman bersiap memimpin rapat koordinasi penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Sumatera Selatan di Griya Agung, Palembang, Sumatera Selatan, Rabu (14/10/2 (Antara)