A PHP Error was encountered

Severity: Warning

Message: Invalid argument supplied for foreach()

Filename: libraries/General.php

Line Number: 87

Backtrace:

File: /www/ntvweb/application/libraries/General.php
Line: 87
Function: _error_handler

File: /www/ntvweb/application/controllers/Read.php
Line: 64
Function: popular

File: /www/ntvweb/index.php
Line: 326
Function: require_once

Survei: Masyarakat Merasa Aman saat Kritik Prabowo, Pers Pun Bebas - Ntvnews.id

Survei: Masyarakat Merasa Aman saat Kritik Prabowo, Pers Pun Bebas

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 19 Okt 2026, 23:30
thumbnail-author
Moh. Rizky
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia, Hanta Yuda Rasyid. Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia, Hanta Yuda Rasyid. (YouTube)

Ntvnews.id, Jakarta - Di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, publik dosen merasa aman untuk menyampaikan kritik. Hal ini, merupakan hasil survei atau penelitian terbaru yang dilakukan oleh lembaga survei Poltracking Indonesia.

Menurut Direktur Eksekutif Poltracking Indonesia, Hanta Yuda Rasyid, rakyat merasa aman saat menyampaikan kritik terhadap pemerintah, termasuk melalui media sosial.

"Terkait implementasi demokrasi dalam kehidupan bernegara kita. Sebanyak (53.6%) publik mengatakan aman untuk menyuarakan kritik atau pendapat terhadap pemerintah di ruang publik maupun media sosial," ujar Hanta Yuda, Senin, 19 Oktober 2026.

Sementara, lanjut dia, masyarakat yang merasa tidak aman saat mengkritisi pemerintah, jumlahnya hanya sedikit.

"Sedangkan (28.3%) publik mengatakan tidak aman," ucapnya.

Selain itu, mayoritas publik juga merasa bebas saat melakukan demonstrasi. Sebaliknya, masyarakat yang merasa tak aman saat berunjuk rasa, jumlah juga lebih sedikit.

"Selanjutnya, (57.6%) publik mengatakan masyarakat saat ini memiliki kebebasan untuk mendirikan organisasi, komunitas, atau melakukan unjuk rasa secara damai, sedangkan (20.6%) publik mengatakan tidak bebas," tuturnya.

Lalu, di era Prabowo, media massa juga dinilai masyarakat lebih bebas dalam menyampaikan pemberitaan.

"Sementara, (52.9%) publik mengatakan media massa di Indonesia saat ini bebas dari tekanan atau intervensi pemerintah dalam pemberitaannya, sedangkan (25.7%) publik mengatakan tidak bebas," tuturnya.

Survei dilakukan pada 30 September sampai 7 Oktober 2026. Responden survei ialah warga negara Indonesia yang sudah memiliki hak pilih (berusia lebih dari sama dengan 17 tahun atau sudah menikah).

Survei memakai metode multistage random sampling. Jumlah sampel dari 1.220 responden dengan margin of error +/-2,9% pada tingkat kepercayaan 95%. Wawancara dilakukan secara tatap muka.

x|close