Menkes: Puskesmas di Wilayah Karhutla Wajib Buka Rumah Oksigen

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 20 Okt 2026, 09:55
thumbnail-author
April
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Menteri Kesehatan (Budi Gunadi Sadikin) Menteri Kesehatan (Budi Gunadi Sadikin) (NTVNews)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mewajibkan seluruh Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di wilayah terdampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) untuk membuka layanan rumah oksigen. Kebijakan ini diambil guna membantu masyarakat menghadapi dampak buruk paparan kabut asap terhadap kesehatan.

Selain menginstruksikan pembukaan rumah oksigen, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah menyalurkan bantuan logistik berupa tambahan 500 ribu masker untuk setiap provinsi terdampak, lengkap dengan unit oxygen concentrator (OC) serta pasokan obat-obatan sesuai kebutuhan daerah.

Bantuan medis ini diprioritaskan untuk penanganan penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) dan diare yang kerap meningkat saat krisis karhutla.

"Seluruh Puskesmas di wilayah terdampak wajib membuka layanan rumah oksigen dan menjamin ketersediaan obat-obatan. Khususnya, untuk penanganan ISPA dan diare," ujar Menkes Budi Gunadi Sadikin dalam keterangannya, dikutip 20 Oktober 2026.

Baca Juga: Pernyataan Lengkap Menkes yang Minta Masyarakat Beradaptasi Kabut Asap Karhutla

Budi menegaskan bahwa pemenuhan kebutuhan logistik kesehatan di kawasan yang terpapar asap tebal tidak boleh mengalami penundaan. Ia meminta pemerintah daerah (pemda) memberikan dukungan penuh agar bantuan medis serta layanan kesehatan dapat segera menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

Sebagai pendorong layanan primer, Kemenkes berkolaborasi dengan pemda, lembaga swadaya masyarakat (LSM), dan tenaga kesehatan setempat untuk menyiagakan pelayanan Posyandu secara door-to-door (dari rumah ke rumah).

Langkah proaktif ini dirancang untuk memastikan kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, dan lanjut usia (lansia) tetap mendapatkan perhatian medis optimal di tengah imbauan pengurangan aktivitas di luar rumah.

Tidak hanya menyasar warga sipil, Menkes juga menginstruksikan tenaga kesehatan di lapangan untuk sigap memberikan pertolongan medis bagi para petugas pemadam kebakaran yang beroperasi di titik api.

Untuk memastikan seluruh penanganan krisis berjalan efektif, Kemenkes kembali menerjunkan tim Pusat Krisis Kesehatan (Puskris) guna berkoordinasi langsung dengan dinas kesehatan setempat. Tim Puskris bertugas memantau distribusi logistik, operasionalisasi rumah oksigen, serta meninjau langsung kebutuhan riil warga di lokasi terdampak.

"Tim juga turun langsung untuk mengetahui kondisi dan kebutuhan warga agar penanganan dapat berjalan efektif, terpadu, dan sesuai kebutuhan daerah," tambah Budi.

Pemerintah berharap kombinasi langkah taktis ini mulai dari penguatan rumah oksigen, pembagian masker, jaminan stok obat, hingga penjangkauan langsung kelompok rentan dapat menekan risiko gangguan kesehatan masyarakat selama periode karhutla berlangsung.

x|close