Awasi Standar Dapur, BGN Uji Coba Integrasikan CCTV MBG ke Pusat

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 20 Okt 2026, 11:20
thumbnail-author
Naila Fadhilah
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Kepala BGN Sudaryono saat ditemui di Jakarta, Jumat (16/10/2026). Kepala BGN Sudaryono saat ditemui di Jakarta, Jumat (16/10/2026). (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Badan Gizi Nasional (BGN) saat ini tengah menguji coba integrasi kamera pengawas atau CCTV dari sekitar 70 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) langsung ke pusat, guna memperketat sistem pengawasan operasional dapur untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kepala BGN, Sudaryono, menjelaskan bahwa meskipun seluruh dapur SPPG sebenarnya telah dilengkapi dengan perangkat CCTV, pemanfaatannya selama ini masih terbatas untuk pemantauan secara internal di masing-masing lokasi saja.

“Ada sekitar 70-an dapur yang kita piloting untuk CCTV-nya kita tarik ke pusat, kita kasih artificial intelligence (AI) sehingga kita bisa memonitor standar operasional prosedur (SOP),” ujarnya usai mengikuti rapat koordinasi di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Senin (19/10).

Ia memaparkan bahwa integrasi sistem ini dirancang khusus untuk mengawasi tingkat kepatuhan terhadap berbagai prosedur operasional baku mulai dari tahap penyiapan bahan makanan mentah, proses pengolahan atau memasak, hingga tahap akhir pencucian wadah atau ompreng makanan. Selain itu, pemantauan juga difokuskan pada kedisiplinan dan standar kebersihan para petugas selama mengolah makanan.
 

Melalui pemanfaatan CCTV yang didukung teknologi kecerdasan buatan (AI), pihak BGN berharap dapat lebih mudah mendeteksi potensi pelanggaran atau ketidakpatuhan terhadap SOP, sehingga langkah-langkah pembenahan bisa langsung diambil secara cepat dan menyeluruh.

Sudaryono menegaskan bahwa cakupan pengawasan terpusat ini berlaku secara menyeluruh tanpa pandang bulu, mencakup para relawan, petugas pengolah makanan, kepala dapur, hingga jajaran mitra yayasan yang terlibat dalam pengelolaan unit SPPG.

“Dengan adanya CCTV, kemudian kita bisa benahi semua, ketaatan dari SOP, dari mulai relawannya, kepala dapurnya, kemudian mitra yayasannya,” jelasnya.

Dalam mengeksekusi rencana integrasi ini, Sudaryono memastikan bahwa pihaknya tetap mengedepankan prinsip efisiensi anggaran dengan memaksimalkan perangkat keras yang sudah terpasang di setiap dapur, alih-alih melakukan pengadaan baru dalam skala besar.

“Kami berusaha bagaimana mengkoneksikan saja CCTV yang sudah ada di setiap dapur itu. Insyaallah tidak akan ada pengadaan yang bombastis,” pungkasnya.
 
 
(Sumber: Antara)
 
x|close