Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Koperasi Ferry Juliantono resmi ditetapkan sebagai Presiden Lajnah Tanfidziyah Syarikat Islam (SI) untuk masa bakti 2026–2031. Penetapan tersebut berlangsung dalam Kongres Nasional Majelis Tahkim ke-42 Syarikat Islam di Surabaya, Senin.
Ferry menggantikan Hamdan Zoelva, yang dalam kesempatan tersebut ditetapkan untuk mengemban jabatan sebagai Ketua Dewan Pusat Syarikat Islam.
Mengutip siaran pers kementerian di Jakarta, Senin, Ferry menegaskan komitmennya untuk meneruskan berbagai program yang telah berjalan pada kepengurusan sebelumnya. Ia juga berencana meningkatkan kapasitas serta kualitas organisasi agar peran Syarikat Islam dalam pemberdayaan ekonomi umat semakin kuat.
Menurut Ferry, penguatan dakwah ekonomi akan menjadi salah satu upaya organisasi dalam mendorong peningkatan kesejahteraan sekaligus membangun kemandirian masyarakat.
Baca Juga: Kemenkop Pastikan Manajer KDKMP Tetap Digaji Meski Koperasi Belum Beroperasi Penuh
Selain itu, ia menargetkan seluruh cabang Syarikat Islam dapat kembali aktif dan terlibat langsung dalam membantu masyarakat yang menghadapi kesulitan ekonomi, khususnya warga miskin.
“Kami akan aktifkan seluruh cabang untuk membebaskan masyarakat dari jeratan pinjaman ilegal, memberikan bantuan pangan, serta menyelesaikan masalah warga yang miskin,” kata Ferry.
Dalam kapasitasnya sebagai Menteri Koperasi, Ferry juga ingin menghubungkan agenda prioritas Syarikat Islam dengan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Program tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu sarana untuk memperluas pemerataan ekonomi di tengah masyarakat.
Baca Juga: Gandeng Ormas Islam, Menkop Dorong Penguatan Koperasi dan Ekonomi Kerakyatan
Ia optimistis jaringan kader dan anggota Syarikat Islam yang tersebar di berbagai daerah dapat berkontribusi dalam mendukung pelaksanaan program KDKMP.
Untuk menjalankan agenda organisasi selama lima tahun mendatang, Ferry mengharapkan dukungan dan keterlibatan seluruh anggota. Ia menilai kolaborasi internal diperlukan agar program yang telah dirancang dapat terlaksana secara optimal.
Ferry juga mengingatkan pentingnya menjaga arah perjuangan organisasi sesuai dengan prinsip yang telah diwariskan para pendahulu. Karena itu, ia mengajak seluruh anggota untuk saling mengingatkan dan meluruskan langkah organisasi apabila dinilai menyimpang dari kaidah yang telah ditetapkan.
(Sumber: ANTARA)
Menteri Koperasi