Ntvnews.id, Jakarta - Kepolisian Daerah (Polda Metro Jaya) memastikan bahwa insiden ledakan yang terjadi di Pasar Cimanggis, Ciputat, Tangerang Selatan, pada Rabu 14 Oktober 2026 lalu, dipastikan bukan disebabkan oleh bom maupun unsur bahan peledak lainnya.
"Terkait tentang ledakan, kita yakini bahwa hasil dari tim Jihandak Satbrimob Polda Metro Jaya menyatakan tidak ada bom, bukan bom dan bukan bahan peledak," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol. Budi Hermanto, saat dikonfirmasi di Jakarta, Selasa 20 Oktober 2026.
Meski demikian, pihak kepolisian saat ini masih menunggu hasil uji laboratoris secara mendalam guna mengidentifikasi sumber pasti pemicu ledakan tersebut.
"Saat ini kita masih menunggu hasil laboratorium forensik tentang gas. Apakah itu gas LPG ataupun gas etilen yang menyebabkan terjadinya ledakan ataupun kebakaran," tambahnya.
Di samping proses investigasi teknis, Budi menegaskan bahwa prioritas utama jajarannya saat ini adalah penanganan medis serta pemulihan bagi para korban luka-luka akibat musibah tersebut.
Sementara itu, jajaran Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya turut bergerak melakukan penyelidikan mendalam guna mengusut tuntas insiden ini, termasuk menelusuri ada atau tidaknya unsur kelalaian maupun kesengajaan di balik peristiwa tersebut.
"Ini masih dilakukan penyelidikan oleh Ditreskrimum Polda Metro Jaya apakah ada unsur kesengajaan ataupun kelalaian. Ini pasti akan kami sampaikan kembali," ucapnya.
Polda Metro Jaya menyatakan bahwa seluruh kesimpulan akhir nantinya akan disampaikan berdasarkan pembuktian secara ilmiah (scientific investigation) yang menunggu hasil resmi dari Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Polri.
Berdasarkan data sementara yang dihimpun, insiden nahas ini memakan total 13 korban, yang terdiri atas dua korban meninggal dunia serta 11 orang mengalami luka-luka.
Para korban luka saat ini telah mendapatkan perawatan intensif di sejumlah fasilitas kesehatan, rinciannya lima orang dirawat di RS Sari Asih, lima orang di RSUD Tangerang Selatan, serta tiga orang lainnya di RS Fatmawati. Dari total 11 korban luka tersebut, empat di antaranya mengalami luka berat sementara tujuh lainnya menderita luka ringan.
(Sumber: Antara)
Personel Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) ledakan kedua di Pasar Cimanggis, Tangerang Selatan, Banten, Kamis (15/10/2026). Menurut Puslabfor Bareskrim Mabes Polri dugaan sementara ledakan berasal dari Ripening room (ruang pematangan) buah yang menggunakan gas etilena. (Antara)