Ntvnews.id, Tel Aviv - Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS) Pete Hegseth dilaporkan bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu pada Senin, 19 Oktober 2026 dalam kunjungan yang tidak diumumkan kepada publik. Pertemuan tersebut disebut membahas situasi Iran di tengah konflik yang masih berlangsung antara Washington dan Teheran.
Laporan mengenai kunjungan tertutup Hegseth itu pertama kali dipublikasikan media AS, Axios, berdasarkan keterangan dua sumber yang mengetahui agenda tersebut. Reuters dan Anadolu Agency turut memberitakan informasi itu pada Selasa, 20 Oktober 2026.
Sumber pejabat AS yang dikutip Axios, Rabu, 21 Oktober 2026, tidak mengungkapkan secara terperinci materi pembicaraan antara Hegseth dan Netanyahu. Pentagon memilih tidak memberikan komentar, sementara kantor perdana menteri Israel belum merespons laporan tersebut.
Melalui unggahan di media sosial, Hegseth menyampaikan bahwa dirinya mengunjungi personel militer AS yang bertugas di wilayah tanggung jawab Komando Pusat AS (CENTCOM). Komando tersebut bertanggung jawab mengawasi operasi militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Sementara itu, Army Radio Israel melaporkan bahwa pertemuan kedua pejabat tersebut berlangsung di sebuah pangkalan udara yang berada di kawasan gurun di bagian selatan Israel.
Baca Juga: Prabowo Bakal Luncurkan Perlinsos Digital 10 November 2026
Tiga pejabat Israel yang dikutip Reuters menyebut Iran menjadi salah satu topik yang dibicarakan Hegseth bersama Netanyahu dalam pertemuan tersebut.
Kunjungan Hegseth berlangsung ketika Amerika Serikat masih menghadapi konflik berkepanjangan dengan Iran. Perseteruan itu bermula dari serangan besar-besaran yang dilancarkan AS dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari 2026. Dalam beberapa waktu terakhir, upaya diplomatik untuk menghentikan konflik tersebut belum menunjukkan kemajuan berarti.
Menurut laporan Axios, kunjungan Hegseth berlangsung sekitar delapan hari sebelum pemilihan legislatif Israel. Agenda tersebut juga berlangsung di tengah pembahasan antara Washington dan Tel Aviv mengenai kemungkinan kembali melancarkan operasi militer berskala besar terhadap Iran.
Sehari sebelum kunjungan Hegseth, Presiden AS Donald Trump secara terbuka menyatakan "dukungan penuh dan total" kepada Netanyahu menjelang pemilihan legislatif Israel yang dijadwalkan berlangsung pada 27 Oktober 2026.
Trump menyampaikan pujian terhadap kepemimpinan Netanyahu dan hubungan kemitraan Israel dengan Amerika Serikat, terutama dalam menghadapi Iran. Ia juga memperingatkan bahwa Washington berpotensi harus menghadapi persoalan tersebut sendirian apabila masyarakat Israel memilih pemimpin lain.
Di sisi lain, sejumlah jajak pendapat memperkirakan koalisi nasionalis-religius yang dipimpin Netanyahu berpotensi kehilangan mayoritas kursi di parlemen Israel dalam pemilu mendatang.
Meski demikian, kubu oposisi diperkirakan tidak akan mudah membentuk pemerintahan baru. Kondisi tersebut membuat persaingan politik menjelang pemungutan suara menjadi perhatian, terlebih di tengah meningkatnya ketegangan keamanan di kawasan Timur Tengah.
Menteri Perang Amerika Serikat (AS) Pete Hegseth mengatakan pada Rabu (30/9) bahwa departemennya sedang membentuk (Antara)