Ntvnews.id, Jakarta - Ajudan Gubernur Kalimantan Timur, Briptu Asky Rizal Toding, secara resmi menyampaikan permohonan maaf terbuka kepada kalangan mahasiswa dan seluruh lapisan masyarakat. Langkah tersebut diambil menyusul aksi arogan serta insiden penyenggolan terhadap seorang mahasiswa yang memicu sorotan publik.
Insiden tersebut diketahui terjadi di halaman Masjid Nurul Mu'minin Kompleks Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) pada Senin, 16 Oktober 2026, sekitar pukul 18.00 WITA.
Dalam pernyataan resminya, Asky mengakui secara jujur bahwa tindakan yang dilakukannya di lapangan merupakan sebuah kekeliruan fatal yang tidak sepatutnya terjadi.
"Saya menyadari bahwa tindakan saya tersebut adalah sebuah kesalahan dan telah menimbulkan ketidaknyamanan serta tidak ada pembenaran atas perbuatan saya," ujar Asky, 21 Oktober 2026.
Baca Juga: Foto Gubernur Kaltim Rudy Mas'ud di Singapura Viral saat Karhutla
Ia mengklarifikasi bahwa aksi kurang menyenangkan tersebut dilakukannya secara impulsif tanpa campur tangan maupun arahan dari atasan.
"Saya melakukan tindakan tersebut secara spontan dan tanpa ada instruksi dari siapapun," tegasnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan penyesalan mendalam serta berjanji untuk tidak mengulangi perbuatan serupa di masa mendatang saat menjalankan tugas pengawalan maupun dalam kehidupan bermasyarakat.
"Sekali lagi, saya memohon maaf sebesar-besarnya atas semua tindakan saya yang terlalu berlebihan dan berjanji tidak akan mengulangi kembali. Demikian permohonan maaf saya, terima kasih," pungkasnya.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi tambahan dari pihak Kepolisian Daerah (Polda) Kalimantan Timur maupun Biro Humas Pemprov Kaltim terkait sanksi disiplin atau penegakan kode etik internal terhadap Briptu Asky Rizal Toding.
Sikap Arogan Ajudan Gubernur
Sebelumnya, Ajudan Gubernur Kaltim diduga bersikap arogan ke mahasiswa usai menepis ponsel dan membenturkan tubuhnya saat penyampaian aspirasi. Aksi kurang menyenangkan tersebut langsung menyita perhatian publik dan menuai tanggapan negatif warga.
Menanggapi gelombang kekecewaan masyarakat, Bidpropam Polda Kaltim pada Selasa (20/10) langsung turun tangan mendalami dugaan pelanggaran etik tersebut demi menjaga amanah pengayoman warga.
Briptu Asky Rizal Toding ajudan Gubernur Kaltim (Sosial media)