Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi memberikan instruksi tegas untuk mengambil langkah cepat dalam menangani insiden kebakaran yang menimpa Kapal Motor Penumpang (KMP Batumandi) di alur masuk Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten, pada Selasa (20/10) sore.
"Kemenhub terus mendukung proses pemeriksaan lebih lanjut guna mengetahui penyebab kejadian. Kami juga siap menindaklanjuti hasil pemeriksaan sesuai dengan kewenangan kami," ujar Menhub dalam keterangan resminya di Jakarta, Rabu (21/10).
KMP Batumandi yang sebelumnya bertolak dari Pelabuhan Bakauheni menuju Merak mengalami musibah kebakaran di tengah perjalanan. Meski demikian, Menhub memastikan bahwa seluruh penumpang serta awak kapal berhasil dievakuasi keluar dari kapal dengan selamat berkat kesigapan petugas di lapangan.
"Alhamdulillah seluruh penumpang dan awak kapal berhasil dievakuasi dengan selamat," tutur Menhub seraya menyampaikan rasa prihatin atas insiden tersebut.
Operasi penyelamatan dan penanganan darurat di lokasi kejadian melibatkan pengerahan armada gabungan yang terdiri atas sejumlah kapal tunda dan kapal penyeberangan, antara lain TB Gunung Cipala, TB Avatar Harbour, TB Teluk Jakarta, TB Tirtayasa V, TB Gunung Batur, TB Gunung Santri, KNP 333, KMP Royce 1, KMP Munic 3, KMP SMS Mulawarman, serta armada Bea Cukai BC 9006. Selain itu, proses evakuasi juga disokong oleh petugas gabungan dari unsur otoritas pelabuhan, Basarnas, kepolisian, dan berbagai instansi terkait.
Berdasarkan data awal dari Vessel Traffic Service (VTS) Merak, kapal tersebut memulai pelayaran dari Pelabuhan Bakauheni pada pukul 14.32 WIB, sebelum akhirnya laporan insiden kebakaran diterima sekitar pukul 16.15 WIB saat kapal berada di alur masuk penyeberangan Merak.
Menhub menegaskan bahwa saat ini fokus utama pemerintah adalah memastikan penanganan di lapangan berjalan optimal dengan senantiasa mengutamakan aspek keselamatan personel dan keamanan alur pelayaran. Sementara itu, terkait pemicu kebakaran, pihak Kementerian Perhubungan menyerahkan sepenuhnya proses investigasi mendalam kepada Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dan jajaran Kepolisian.
Ia juga mengimbau masyarakat maupun berbagai pihak untuk tidak berspekulasi dan menunggu hasil penyelidikan resmi yang objektif.
“Kita serahkan proses investigasi kepada pihak yang berwenang. Hasil investigasi harus menjadi dasar untuk mengetahui penyebab kejadian secara objektif dan menentukan langkah perbaikan yang diperlukan. Yang terpenting saat ini adalah memastikan penanganan berjalan dengan baik dan aspek keselamatan menjadi perhatian utama,” tegasnya.
Ke depan, Kementerian Perhubungan berkomitmen untuk terus berkoordinasi secara intensif guna mengevaluasi aspek keselamatan pelayaran. Evaluasi tersebut dinilai krusial untuk memastikan bahwa standar keselamatan tidak hanya dipandang sebagai pemenuhan administratif semata, melainkan diwujudkan secara konsisten melalui kepatuhan operasional, kesiapan armada dan awak, serta pencegahan agar insiden serupa tidak terulang kembali.
(Sumber: Antara)
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi (tengah) dalam peninjauan di Pelabuhan Merak, Cilegon, Banten. (Antara)