Basuki Sebut Investasi Swasta Rp4 Triliun Masuk IKN, Garap Apartemen dan Perkantoran

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 22 Okt 2026, 07:00
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Basuki Hadimuljono saat diwawancarai di Samarinda, Senin (6/4/2026). ANTARA/Ahmad Rifandi. Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Basuki Hadimuljono saat diwawancarai di Samarinda, Senin (6/4/2026). ANTARA/Ahmad Rifandi. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) mencatat rencana investasi swasta senilai Rp4 triliun untuk pembangunan apartemen dan perkantoran di Ibu Kota Nusantara (IKN). Investasi tersebut berasal dari dua perusahaan asing, yakni Starbright dari Tiongkok dan Dian Jaya dari Korea Selatan.

Kepala OIKN Basuki Hadimuljono mengatakan, Starbright menyiapkan investasi sekitar Rp1,5 triliun, sedangkan Dian Jaya mengalokasikan dana sebesar Rp2,5 triliun. Kedua perusahaan tersebut berencana mengembangkan hunian vertikal dan gedung perkantoran di IKN.

"Ada apartemen dan perkantoran dari China itu Starbright yang Rp1,5 triliun. Kemudian ada yang dari Dian Jaya dari Korea Selatan yang Rp2,5 triliun itu untuk apartemen dan perkantoran," ujar Basuki di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 21 Oktober 2026.

Selain proyek apartemen dan perkantoran, Basuki menyampaikan bahwa minat investor juga muncul pada sektor usaha lainnya, seperti restoran, hotel, serta bisnis makanan dan minuman atau food and beverage (F&B).

Menurut Basuki, pembangunan IKN tidak semata-mata bergantung pada anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN). Pemerintah turut mendorong keterlibatan sektor swasta melalui investasi langsung maupun skema kerja sama pemerintah dengan badan usaha (KPBU).

Baca Juga: Basuki Hadimuljono: 4.100 ASN Bakal Dipindah ke IKN Tahun Ini

Skema KPBU juga dimanfaatkan untuk membangun hunian bagi aparatur sipil negara (ASN), baik dalam bentuk gedung bertingkat maupun rumah tapak.

Basuki menjelaskan, terdapat rencana pembangunan delapan menara hunian dan 109 unit rumah tapak melalui skema kerja sama tersebut. Delapan menara yang direncanakan itu diperuntukkan bagi ASN.

"Yang KPBU itu ada dua. Delapan tower dan 109 tapak. Yang delapan tower untuk ASN," imbuhnya.

Di sisi lain, Basuki melaporkan pembangunan kawasan eksekutif di IKN telah rampung sepenuhnya. Sementara itu, pengerjaan fasilitas untuk lembaga legislatif dan yudikatif masih berlangsung dengan progres rata-rata sekitar 30 persen.

Masuknya investasi swasta tersebut diharapkan dapat memperkuat pembangunan IKN, terutama dalam penyediaan hunian, perkantoran, dan fasilitas pendukung bagi aktivitas pemerintahan maupun kegiatan ekonomi di ibu kota baru tersebut.

x|close