Menko AHY Dorong Sinergi Pemerintah Pusat dan Daerah untuk Perkuat Kepatuhan Tata Ruang

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 22 Okt 2026, 07:57
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) (NTVnews)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menekankan pentingnya penguatan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah dalam memastikan kepatuhan terhadap aturan tata ruang. Hal ini dinilai penting mengingat Indonesia berada di kawasan Cincin Api Pasifik atau Ring of Fire yang rawan bencana alam.

Usai mengikuti Sidang Kabinet Paripurna di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 21 Oktober 2026 malam, AHY menyampaikan perlunya meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko bencana. Hal tersebut sejalan dengan perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap kondisi geografis Indonesia yang rentan terhadap gempa bumi dan erupsi gunung berapi.

"Oleh karena itu, tata ruang wilayah itu juga harus dipastikan mematuhi segala yang diatur oleh negara. Pemerintah pusat maupun daerah juga harus berkolaborasi untuk memastikan tidak ada yang mengabaikan tata ruang," tuturnya.

AHY mengingatkan bahwa pengabaian terhadap ketentuan tata ruang dapat memperbesar risiko ketika bencana alam terjadi. Karena itu, perencanaan dan pemanfaatan wilayah perlu dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi geografis serta potensi ancaman bencana di setiap daerah.

Selain kepatuhan terhadap tata ruang, AHY menyoroti pentingnya membangun infrastruktur yang tangguh dan mampu beradaptasi dengan perubahan iklim. Menurutnya, pembangunan tidak cukup hanya berorientasi pada penambahan jumlah infrastruktur, tetapi juga harus memperhatikan kekuatan dan ketahanannya.

Baca Juga: Survei Adidaya Institute: AHY Menko Terbaik Dalam 2 Tahun Pemerintahan Prabowo

"Kita harus memiliki ketahanan dalam pembangunan infrastruktur Jadi infrastruktur tidak hanya membangun lebih banyak tapi juga lebih kuat, lebih punya daya tahan dan adaptasi terhadap perubahan iklim," kata Menko AHY menambahkan.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyinggung tantangan perubahan cuaca dan kondisi geografis Indonesia saat membuka Sidang Kabinet Paripurna pada Rabu, 21 Oktober 2026. Ia mengingatkan bahwa posisi Indonesia di kawasan Cincin Api Pasifik membuat wilayah Tanah Air memiliki tingkat kerawanan bencana yang perlu diperhitungkan dalam penyelenggaraan pemerintahan.

Indonesia berada di kawasan yang memiliki banyak gunung berapi aktif serta pertemuan lempeng tektonik yang terus bergerak. Kondisi tersebut meningkatkan risiko terjadinya bencana alam, termasuk gempa bumi dan letusan gunung berapi.

Meski demikian, Prabowo menilai posisi geografis tersebut juga memberikan keuntungan bagi Indonesia, terutama dalam bentuk kesuburan tanah dan kekayaan sumber daya mineral.

"Walaupun kita berada di lingkaran api, lingkaran api ini juga menghasilkan tanah yang relatif subur, kemudian mineral-mineral yang sangat berharga," ujarnya.

Pemerintah pun didorong untuk mengantisipasi tantangan geografis tersebut melalui perencanaan tata ruang yang tepat dan pembangunan infrastruktur yang berorientasi pada ketahanan bencana serta perubahan iklim.

x|close