Raja Charles Kutip Hadits Nabi Muhammad saat Jamuan Kenegaraan Sultan Oman

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 22 Okt 2026, 08:15
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Raja Charles III berjalan menuju Istana St. James setelah bertemu kelompok filantropi lingkungan Indonesia-Inggris di Lancaster House, London, Inggris, Rabu (21/1/2026). Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dan Raja Charles III dengan sejumlah filantr Raja Charles III berjalan menuju Istana St. James setelah bertemu kelompok filantropi lingkungan Indonesia-Inggris di Lancaster House, London, Inggris, Rabu (21/1/2026). Pertemuan Presiden Prabowo Subianto dan Raja Charles III dengan sejumlah filantr (Antara)

Ntvnews.id, Muskat - Raja Charles III mengutip hadits Nabi Muhammad SAW saat menjamu Sultan Oman Haitham bin Tarik dalam jamuan makan kenegaraan di Kastil Windsor, Inggris. Hadits yang disampaikan tersebut menyinggung keramahan dan akhlak masyarakat Oman.

Dilansir dari Roya News, Kamis, 22 Oktober 2026, Raja Charles membacakan hadits itu dalam bahasa Arab di hadapan sekitar 160 tamu undangan.

Dalam kesempatan tersebut, Raja Charles mengutip hadits: "Jika engkau datang kepada penduduk Oman, mereka tidak akan mencaci maki engkau dan tidak pula memukuli engkau."

Raja Charles menilai hadits tersebut menggambarkan karakter luhur dan semangat toleransi yang telah menjadi bagian dari sejarah Oman. Pernyataan itu disampaikan dalam pidatonya yang turut mengapresiasi upaya diplomasi Kesultanan Oman dalam mendorong perdamaian di kawasan Timur Tengah.

Kunjungan kenegaraan Sultan Haitham ke Inggris berlangsung selama tiga hari. Agenda ini menjadi kunjungan pertama seorang sultan Oman ke Inggris dalam lebih dari empat dekade.

Dalam jamuan tersebut, Raja Charles juga menyoroti eratnya hubungan diplomatik, sejarah, dan militer antara Inggris dan Oman. Ia secara khusus mengapresiasi kebijakan "netralitas konstruktif" Oman serta peran negara itu sebagai mediator tepercaya dalam berbagai konflik regional.

Baca Juga: Raja Charles III Buka Lowongan Kerja, Tawarkan Gaji Rp1,2 Miliar per Tahun

Raja Charles turut menyinggung upaya diplomatik Oman untuk meredakan ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Selain itu, ia menyoroti peran Muscat dalam menjaga kelancaran pelayaran di Selat Hormuz, jalur strategis bagi perdagangan dan distribusi energi dunia.

"Di saat konflik kembali melanda kawasan ini dengan begitu menyakitkan, saya ingin secara khusus mengakui komitmen teguh Oman sebagai pihak penengah yang dipercaya oleh semua pihak," ujarnya.

"Peran Oman di seluruh kawasan Teluk dan 'netralitas konstruktifnya', seperti yang Anda sebutkan, memiliki arti yang jauh melampaui Selat Hormuz, dan sangat layak mendapatkan penghormatan tertinggi dari kita," tambahnya.

Kunjungan tersebut berlangsung ketika situasi keamanan di Timur Tengah kembali bergejolak. Di tengah kondisi itu, Oman terus memainkan peran penting dalam upaya mediasi untuk meredakan ketegangan di kawasan.

Selain menghadiri jamuan kenegaraan, Sultan Haitham dijadwalkan menggelar pembicaraan bilateral dengan Perdana Menteri Inggris Andy Burnham. Pertemuan tersebut akan membahas sejumlah isu, termasuk keamanan regional, perdagangan, serta peluang investasi.

Agenda itu juga melibatkan para pemimpin senior perusahaan dari kedua negara untuk menjajaki potensi kerja sama ekonomi dan investasi antara Inggris dan Oman.

x|close