Arab Saudi Cegat 4 Drone Houthi di Riyadh dan Madinah

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 23 Okt 2026, 06:03
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Bendera Arab Saudi berkibar di depan konsulat Saudi di Istanbul, Turki, pada 6 November 2018. Ilustrasi - Bendera Arab Saudi berkibar di depan konsulat Saudi di Istanbul, Turki, pada 6 November 2018. (Antara)

Ntvnews.id, Riyadh - Arab Saudi menembak jatuh empat pesawat nirawak atau drone di wilayah Riyadh dan Madinah. Insiden tersebut terjadi di tengah serangan berulang yang dilancarkan kelompok Houthi terhadap wilayah kerajaan tersebut.

Juru bicara koalisi pimpinan Arab Saudi yang memerangi kelompok Houthi, Turki Al-Malki, mengonfirmasi keberhasilan pencegatan tersebut melalui unggahan di platform X.

"Pencegatan dan penghancuran empat pesawat nirawak di wilayah Riyadh dan Madinah," ujar Al-Malki, seperti dilansir dari AFP, Jumat, 23 Oktober 2026.

Di tengah meningkatnya ancaman serangan, aktivitas di perusahaan minyak raksasa Arab Saudi, Saudi Aramco, turut terdampak. Staf esensial yang bekerja di kantor pusat perusahaan di wilayah timur Arab Saudi dilaporkan telah diperintahkan untuk meninggalkan kantor dan bekerja dari rumah.

Informasi tersebut disampaikan dua sumber yang mengetahui persoalan itu kepada AFP. Kebijakan ini menyusul instruksi sebelumnya yang mewajibkan staf nonesensial bekerja dari rumah sejak pekan lalu.

Baca Juga: Arab Saudi Cegat dan Hancurkan Rudal Jelajah di Wilayah Madinah

Tiga sumber yang meminta identitasnya dirahasiakan dengan alasan keamanan menyebutkan bahwa sebagian besar pegawai Aramco telah bekerja dari jarak jauh sejak kelompok Houthi dari Yaman menyerang fasilitas di Dhahran pada pekan lalu. Akibatnya, hanya pegawai yang memiliki tugas penting yang masih diperbolehkan bekerja di kantor.

Dua dari ketiga sumber tersebut mengatakan bahwa kebijakan bekerja dari rumah kini juga diberlakukan bagi staf esensial hingga ada pemberitahuan lebih lanjut.

Langkah tersebut menunjukkan peningkatan kewaspadaan di lingkungan perusahaan energi strategis Arab Saudi di tengah berlanjutnya ancaman serangan drone oleh kelompok Houthi.

x|close