Wabah Ebola Meluas, Kemlu RI Pantau Ketat Situasi di Afrika

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 23 Okt 2026, 12:15
thumbnail-author
Naila Fadhilah
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Sebuah jenazah dibawa ke kamar jenazah Pusat Medis Nyankunde untuk menjalani prosedur pemakaman oleh tim kesehatan yang mengenakan pakaian pelindung sebagai bagian dari langkah pengendalian wabah, setelah seorang warga yang terinfeksi virus Ebola meninggal dunia di Bunia, Republik Demokratik Kongo (RDK), Sabtu (13/6/2026) Sebuah jenazah dibawa ke kamar jenazah Pusat Medis Nyankunde untuk menjalani prosedur pemakaman oleh tim kesehatan yang mengenakan pakaian pelindung sebagai bagian dari langkah pengendalian wabah, setelah seorang warga yang terinfeksi virus Ebola meninggal dunia di Bunia, Republik Demokratik Kongo (RDK), Sabtu (13/6/2026) (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta -Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Republik Indonesia menegaskan pihaknya terus memantau secara intensif perkembangan situasi wabah virus Ebola yang tengah meluas di wilayah Kenya dan Republik Demokratik Kongo.

“Dalam hal ini, Kemlu RI melalui KBRI Nairobi terus memantau perkembangan situasi wabah Ebola yang menyebar di sana,” ujar Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah, saat menyampaikan keterangan dalam sesi jumpa pers di Jakarta, pada Kamis (22/10).

Sejauh ini, pihak kementerian memastikan bahwa belum ada laporan mengenai adanya Warga Negara Indonesia (WNI) yang terpapar maupun terdampak oleh wabah mematikan tersebut. Heni menegaskan, jajarannya akan terus siaga serta berkoordinasi secara berkala dengan otoritas kesehatan setempat guna mengantisipasi segala kemungkinan.

Berdasarkan data dari Lembaga Nasional Kesehatan Masyarakat Kongo (INSP) yang dikutip dari laporan Sputnik, jumlah kumulatif kasus terkonfirmasi Ebola di Republik Demokratik Kongo per Rabu, 14 Oktober 2026, telah menembus angka 9.144 kasus dengan korban meninggal dunia mencapai 4.410 jiwa.
 

Sebelumnya, organisasi kemanusiaan internasional Doctors Without Borders (MSF) melaporkan bahwa penanganan wabah penyakit Ebola di Provinsi Kivu Utara, Kongo, semakin berada di luar kendali. Wabah Ebola di negara tersebut sendiri mulai menjangkiti warga sejak April 2026. Hingga kini, vaksin maupun metode pengobatan medis untuk jenis baru virus Ebola galur Bundibugyo belum mengantongi izin edar atau persetujuan resmi.

Sementara itu, di negara tetangga, otoritas kesehatan Kenya pada Selasa, 20 Oktober 2026, mengonfirmasi penambahan satu kasus infeksi baru, sehingga total kasus di negara tersebut menjadi sembilan orang dengan satu laporan kematian, sebagaimana dilansir oleh kantor berita Anadolu.

Otoritas kesehatan Kenya memastikan bahwa seluruh sebaran kasus infeksi sejauh ini masih terbatas dalam satu klaster yang sama, dan belum ditemukan indikasi penularan di luar klaster tersebut. Pasien terbaru yang terkonfirmasi adalah seorang pria berusia 24 tahun yang merupakan kerabat dekat dari pasien pertama. Yang bersangkutan dinyatakan positif Ebola pada Senin, 19 Oktober 2026, setelah memunculkan gejala sakit selama menjalani masa karantina.
 
(Sumber: Antara)
 
x|close