Polisi Selamatkan Induk dan Anak Orang Utan Terdampak Karhutla di Kalimantan Tengah

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 23 Okt 2026, 15:46
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Polisi Selamatkan Induk dan Anak Orang Utan Terdampak Karhutla di Kalimantan Tengah Polisi Selamatkan Induk dan Anak Orang Utan Terdampak Karhutla di Kalimantan Tengah (Humas Polri)

Ntvnews.id, Jakarta - Kepolisian bersama tim gabungan menyelamatkan induk dan anak orang utan yang membutuhkan pertolongan di Desa Kandan, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Jumat, 23 Oktober 2026 dini hari. 

Induk orang utan bernama Gadis ditemukan mengalami luka akibat jeratan di kedua pergelangan tangannya, sedangkan anaknya, Garis, turut dievakuasi untuk menjalani pemeriksaan kesehatan.

Penyelamatan satwa tersebut melibatkan personel Baharkam Polri, Polda Kalimantan Tengah, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Tengah, komunitas PPS, Animal Rescue Sampit, serta Yayasan Orangutan Foundation International (OFI).

Operasi penyelamatan dipimpin oleh Dirpolsatwa Korsabhara Baharkam Polri Brigjen Pol Tory Kristianto. Kedua orang utan itu selanjutnya mendapatkan penanganan medis untuk memastikan kondisi kesehatan mereka setelah dievakuasi.

Berdasarkan pemeriksaan, Gadis adalah orang utan betina dengan berat sekitar 30,5 kilogram dan perkiraan usia 25 tahun. Saat ditemukan, induk orang utan tersebut mengalami luka jeratan pada kedua pergelangan tangannya.

Sementara itu, Garis yang merupakan anak Gadis diperkirakan berusia sembilan bulan. Kondisi anak orang utan tersebut juga menjadi perhatian tim penyelamat karena membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan kesehatannya.

Tim medis BKSDA Kalimantan Tengah segera memberikan penanganan awal terhadap luka yang dialami Gadis. Langkah tersebut dilakukan untuk menangani cedera sekaligus mendukung proses pemulihan induk orang utan tersebut.

Adapun Garis menjalani observasi dan pengambilan sampel darah untuk pemeriksaan laboratorium. Pemeriksaan ini turut dilakukan guna mengevaluasi kemungkinan dampak paparan asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terhadap kondisi kesehatannya.

Setelah proses evakuasi, penanganan lanjutan terhadap Gadis dan Garis diserahkan kepada BKSDA Kalimantan Tengah. Keduanya akan menjalani proses rehabilitasi dan pemulihan sesuai dengan kondisi kesehatan serta kebutuhan masing-masing.

Selanjutnya, kedua orang utan tersebut akan dititipkan kepada Yayasan OFI untuk mendukung perawatan dan penanganan lebih lanjut.

Proses rehabilitasi menjadi bagian penting dalam memastikan satwa liar yang diselamatkan memperoleh perawatan memadai. Selain pemulihan fisik, kondisi kesehatan keduanya juga perlu dipantau sebelum ditentukan langkah penanganan berikutnya.

Karo Penmas Divhumas Polri Brigjen Pol Trunoyudo Wisnu Andiko mengatakan, penyelamatan induk dan anak orang utan tersebut merupakan bentuk sinergi lintas instansi dalam melindungi satwa liar yang menghadapi ancaman di habitatnya.

"Penyelamatan ini menunjukkan pentingnya respons cepat dan sinergi lintas instansi dalam melindungi satwa liar. Kepolisian berkomitmen mendukung upaya penyelamatan dan pemulihan satwa sekaligus mendorong pencegahan untuk meminimalkan dampak karhutla terhadap ekosistem satwa liar dan habitatnya," ujar Trunoyudo di Jakarta, Jumat, 23 Oktober 2026.

Menurut Trunoyudo, penanganan satwa liar yang terdampak bencana lingkungan memerlukan kolaborasi antara aparat kepolisian, petugas konservasi, lembaga rehabilitasi, dan masyarakat.

Ia menuturkan bahwa upaya perlindungan tidak hanya berfokus pada penyelamatan satwa yang berada dalam kondisi darurat. Pemulihan satwa dan pelestarian habitat juga menjadi aspek penting untuk menjaga keberlangsungan hidup satwa liar.

Penyelamatan Gadis dan Garis juga sejalan dengan pendekatan green policing, yakni peran kepolisian dalam mendukung perlindungan lingkungan melalui upaya pencegahan, penegakan hukum terhadap kejahatan lingkungan, serta kerja sama dengan berbagai pemangku kepentingan.

x|close