Puluhan Jet Tempur Israel Dekati Perbatasan Iran

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 23 Okt 2026, 16:25
thumbnail-author
Deddy Setiawan
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Ilustrasi - Jet tempur Pakistan. (ANTARA/Anadolu/py) Ilustrasi - Jet tempur Pakistan. (ANTARA/Anadolu/py) (Antara)

Ntvnews.id, Tel Aviv - Puluhan jet tempur Israel dilaporkan melakukan manuver mendekati perbatasan Iran. Operasi tersebut diduga bertujuan memancing respons militer Teheran dan berpotensi meningkatkan ketegangan hingga memicu kembali perang antara kedua negara.

Media Israel, Channel 12, melaporkan bahwa operasi itu berlangsung pada Senin (19/10) hingga Selasa (20/10). Informasi tersebut diperoleh dari sejumlah sumber Amerika Serikat (AS) yang mengetahui pelaksanaan manuver tersebut.

Dalam operasi itu, puluhan pesawat tempur Israel disebut terbang bersama pesawat pengisi bahan bakar. Rombongan pesawat tersebut melintasi wilayah Suriah dan Irak sebelum berbalik menuju Israel setelah terbang mendekati perbatasan Iran.

Berdasarkan keterangan sumber AS yang dikutip dari Channel 12, Jumat, 23 Oktober 1026, Israel diduga berharap militer Iran akan menembaki pesawat-pesawat tersebut. Jika hal itu terjadi, respons Iran berpotensi dijadikan alasan bagi Israel untuk melancarkan serangan terhadap Teheran.

Pejabat AS dan Israel menyebut manuver tersebut sebagai latihan pencegahan. Meski demikian, operasi itu dinilai berisiko menimbulkan kesalahan perhitungan yang dapat memperburuk situasi dan memicu eskalasi militer.

Baca Juga: Trump Nyatakan Dukungan Penuh untuk Netanyahu Jelang Pemilu Israel

Sumber-sumber AS menyebut Israel telah memberi tahu Washington sebelum operasi dilaksanakan. Israel menggambarkan manuver itu sebagai demonstrasi kemampuan militernya sekaligus langkah untuk mencegah Iran.

Israel juga disebut memahami bahwa sistem pertahanan udara Iran akan mendeteksi keberadaan pesawat-pesawat yang terlibat dalam operasi tersebut.

Manuver militer itu berlangsung bersamaan dengan kunjungan Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth ke Israel. Dalam kunjungan tersebut, Hegseth bertemu dengan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan Menteri Pertahanan Israel Katz di Pangkalan Udara Ovda.

Secara terpisah, Financial Times melaporkan bahwa Netanyahu telah memerintahkan militernya menyiapkan operasi serangan besar baru terhadap Iran pada awal Oktober.

Mengutip tiga sumber yang mengetahui rencana tersebut, Financial Times menyebut militer Israel telah menyusun rencana kampanye serangan selama beberapa hari. Sasaran yang dipertimbangkan mencakup fasilitas nuklir Iran, lokasi yang berkaitan dengan pemerintahan, hingga infrastruktur sipil, termasuk pembangkit listrik.

Serangan udara tersebut semula dijadwalkan berlangsung pada 10 Oktober. Namun, rencana itu akhirnya dibatalkan setelah Presiden AS Donald Trump menentang dimulainya kembali perang menjelang pemilihan paruh waktu AS pada 3 November.

AS dan Israel sebelumnya melancarkan perang terhadap Iran pada 28 Februari. Teheran kemudian membalas melalui serangan rudal dan pesawat nirawak ke sejumlah wilayah.

Konflik kedua negara turut mengganggu jalur pelayaran internasional. Middle East Monitor melaporkan bahwa Iran secara efektif menutup Selat Hormuz, sementara Washington memberlakukan blokade laut terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

x|close