Ntvnews.id, Jakarta - Kepolisian Sektor (Polsek) Cakung akhirnya membeberkan dugaan motif di balik insiden berdarah berupa pembacokan yang menimpa seorang pria paruh baya yang juga merupakan mantan anggota Komando Pasukan Khusus (Kopassus) bernama Muhammad Fahrul (48). Peristiwa pelik ini terjadi di kawasan perumahan elit Jakarta Garden City (JGC), Cakung Timur, Jakarta Timur.
“Awalnya, gara-gara istri tetangga tegur tukang renovasi rumah sebelahnya. Jadi, mungkin merasa terganggu karena berisik,” ujar Kapolsek Cakung, Kompol Andre Tri Putra, saat memberikan konfirmasi langsung di Jakarta pada hari Jumat, 23 Oktober 2026.
Berdasarkan hasil penelusuran kronologi awal oleh pihak kepolisian, insiden pertikaian maut tersebut bermula ketika istri dari terduga pelaku merasa terganggu oleh kebisingan aktivitas pengerjaan renovasi rumah yang berlokasi tepat di sebelah tempat tinggal mereka. Ia lantas menegur mandor bangunan yang bertugas agar menghentikan sementara pekerjaan tersebut.
Namun, teguran itu justru memicu ketegangan setelah korban, Muhammad Fahrul, mendatangi lokasi dan meminta agar para pekerja bangunan tetap melanjutkan aktivitas renovasinya seperti biasa.
Situasi kian memanas tatkala pria yang diduga sebagai pelaku utama, Jef Budiharto (57), mendatangi tempat kejadian perkara (TKP) dan langsung terlibat adu mulut yang sengit dengan korban.
“Dari situ, situasi memanas hingga pelaku mengancam akan membacok korban,” ungkap Kompol Andre menjelaskan.
Mendapat ancaman terbuka, korban merespons dengan menantang pelaku, yang kemudian dibalas oleh pelaku dengan mengayunkan senjata tajam berupa sebilah golok ke arah korban.
Pada ayunan tebasan pertama, serangan tersebut sempat meleset dari sasaran. Kendati demikian, pada ayunan kedua, bilah golok tersebut telak mengenai bagian kepala sebelah kanan korban hingga mengakibatkan luka bacok yang cukup serius.
Meski telah mengalami luka sabetan senjata tajam, korban tidak tinggal diam dan melakukan perlawanan fisik dengan cara membanting pelaku hingga terjatuh ke lantai. Akibat benturan dan perlawanan tersebut, pelaku Jef Budiharto juga mengalami sejumlah luka di bagian leher dan pelipis.
“Kedua pihak selanjutnya mendapatkan perawatan medis di rumah sakit berbeda. Korban dibawa ke Rumah Sakit Mayapada JGC, sedangkan pelaku dibawa ke Rumah Sakit Islam Pondok Kopi,” jelas Kompol Andre merinci penanganan medis terhadap kedua belah pihak yang terlibat pertikaian.
Baca Juga: Istri Korban Tolak Permintaan Maaf Terdakwa Anggota Kopassus di Sidang Pembunuhan Kacab Bank
Insiden penganiayaan berat ini pecah di area Cluster Zebrina III, Kelurahan Cakung Timur, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, pada Kamis (22/10). Menindaklanjuti laporan tersebut, jajaran kepolisian dari Polsek Cakung langsung bergerak cepat mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara.
“Kami sudah meminta keterangan sejumlah saksi, termasuk saksi yang mengetahui perselisihan terkait pekerjaan renovasi rumah tersebut,” pungkas Kompol Andre.
Sebagai langkah lanjutan untuk kepentingan penyidikan hukum, pihak kepolisian kini telah mengamankan barang bukti berupa sebilah golok yang diduga kuat digunakan oleh pelaku dalam melakukan aksi pembacokan tersebut.
(Sumber: Antara)
Polsek Cakung melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) pembacokan mantan anggota Komando Pasukan Khusus (Kopassus) bernama Muhammad Fahrul (48) di Perumahan Jakarta Garden City, Cluster Zebrina III, RT 03/RW 14, Nomor 106, Cakung Timur, Cakung, Jakarta Timur, Kamis (22/10/2026) (Antara)