Ntvnews.id, Jakarta - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyiapkan dana kompensasi sekitar Rp362 miliar kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi untuk lima tahun ke depan. Dana itu untuk perpanjangan kerja sama pengelolaan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang.
Wali Kota Bekasi Tri Adhianto mengatakan, dana kompensasi tersebut akan dialokasikan untuk berbagai program yang menyentuh kebutuhan masyarakat di sekitar Bantargebang. Penggunaannya meliputi pembangunan infrastruktur, bantuan sosial, hingga pemberdayaan ekonomi warga yang terdampak aktivitas pengelolaan sampah.
"Disepakati bahwa lima tahun ke depan, kurang lebih sekitar Rp362 miliar, yang kemudian dikontribusikan Pemerintah DKI kepada Pemerintah Bekasi," kata Tri di Balai Kota DKI Jakarta, Senin, 26 Oktober 2026.
Menurut Tri, dana tersebut juga akan mendukung pembangunan infrastruktur kesehatan serta perbaikan lingkungan. Langkah ini diharapkan dapat membantu mengurangi dampak aktivitas pengelolaan sampah terhadap masyarakat yang tinggal di sekitar TPST Bantargebang.
Sampah di Bantargebang (DLH DKI)
Perpanjangan kerja sama antara Pemprov DKI dan Pemkot Bekasi menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan pengelolaan sampah ibu kota. Selain memastikan operasional TPST Bantargebang, kerja sama tersebut juga memperhatikan kebutuhan warga yang terdampak.
Dana kompensasi sekitar Rp362 miliar selama lima tahun itu akan mendukung sejumlah sektor, mulai dari pembangunan infrastruktur, layanan kesehatan, bantuan sosial, hingga penguatan ekonomi masyarakat.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyampaikan bahwa persoalan sampah tidak bisa diselesaikan oleh satu daerah saja. Terlebih, Jakarta masih menghasilkan volume sampah lebih dari 9.000 ton setiap hari.
Menurutnya, keberlanjutan kerja sama dengan Pemerintah Kota Bekasi menjadi bagian penting dalam memastikan pengelolaan sampah berjalan secara terukur sekaligus mengurangi beban TPST Bantargebang.
"Persoalan sampah ini harus kita kelola bersama. Mudah-mudahan kerja sama ini membawa dampak yang baik bagi kedua daerah, termasuk dalam lima tahun ke depan," kata orang nomor satu di DKI tersebut.
Pramono Anung dan Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono (NTVNews.id/Adiansyah)