Menkomdigi ke Kapolri: Belum Genap Sebulan Menjabat, Sudah Tangani Markas Judi Online

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 27 Okt 2026, 11:30
thumbnail-author
Adiansyah
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Kapolri dan Menkomdigi Kapolri dan Menkomdigi (Ntvnews.id/Adiansyah)

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengapresiasi langkah Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto dalam memberantas praktik judi online di Indonesia.

Meski belum genap sebulan menjabat, Suyudi, katanya, telah menangani salah satu markas judi online yang memiliki jaringan lintas negara.

Ucapan tersebut disampaikan Meutya saat bertemu Kapolri di Mabes Polri, Jakarta, Selasa, 27 Oktober 2026. Pertemuan itu sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi dan kolaborasi antara Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) dengan Polri dalam menangani berbagai kejahatan digital.

Meutya menilai, penanganan markas judi online tersebut menjadi langkah positif dalam menekan aktivitas perjudian daring yang meresahkan masyarakat.

"Kami mengapresiasi Pak Kapolri yang belum genap satu bulan. Ini sudah terjadi penanganan terhadap salah satu markas judi online yang jaringannya tidak hanya lokal tapi juga lintas negara," kata Meutya.

Baca Juga : Rumah TNI Jadi Markas Judol, KSAD: Memalukan

Baca Juga: KSAD, Maruli hingga Kapolri Jadi Warga Kehormatan Korpasgat

Ia optimistis upaya pemberantasan judi online akan semakin efektif apabila kedua institusi memperkuat sinergi dan meningkatkan intensitas kerja sama.

Menurutnya, judi online dan penipuan daring menjadi dua persoalan yang banyak dikeluhkan masyarakat. Karena itu, diperlukan langkah penegakan hukum yang terkoordinasi agar kejahatan digital dapat ditekan secara berkelanjutan.

"Kami menyakini sekali dengan kolaborasi yang akan kita giatkan lebih kuat lagi ke depan, maka kita dapat menekan angka judi online di tanah air. Ini juga salah satu masukan yang amat besar kita terima dari masyarakat, ditambah dengan tadi, penipuan online," ujarnya.

x|close