Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Abdul Muhaimin Iskandar, mengungkapkan bahwa pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah berhasil membuka lapangan pekerjaan baru bagi sekitar 1,3 juta masyarakat dari kalangan kurang mampu.
“Kalau yang berbasis APBN, yang terbaik adalah Badan Gizi Nasional. Membangun ekosistem ekonomi dalam waktu yang sangat cepat, 1,3 juta orang miskin menjadi pekerja. Cara kerja APBN yang jempol itu seperti itu,” ujar Muhaimin Iskandar di Jakarta pada hari Selasa, 27 Oktober 2026.
Selain penyerapan tenaga kerja yang masif, ia memaparkan bahwa program tersebut turut melibatkan sedikitnya 148.500 pelaku usaha baru yang kini terintegrasi ke dalam rantai pasok program MBG.
Tidak hanya itu, sebanyak 63.100 pemasok dari kalangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) juga tercatat aktif terlibat dalam ekosistem pendukung program ini.
Menurut Muhaimin, capaian tersebut membuktikan bagaimana instrumen belanja negara dapat dioptimalkan untuk menciptakan peluang ekonomi riil, baik melalui penyerapan tenaga kerja secara langsung maupun pelibatan pelaku usaha lokal.
Model kebijakan yang berdampak langsung ini didorong untuk dijadikan contoh pembelajaran bagi kementerian dan lembaga lain, agar setiap alokasi anggaran yang dikeluarkan mampu mendongkrak produktivitas serta kemandirian masyarakat secara luas.
Muhaimin Iskandar menegaskan bahwa isu pemberdayaan harus diletakkan sebagai arus utama (mainstream) dalam setiap kebijakan penganggaran pemerintah.
Ia bahkan secara khusus meminta agar anggaran yang berkaitan dengan program pemberdayaan tidak lagi diposisikan sebagai sekadar pelengkap, melainkan harus menjadi prioritas utama dalam perencanaan serta pelaksanaan pembangunan.
“Saya minta kepada Menteri Keuangan jangan lagi mencoret anggaran pemberdayaan. Arus utama APBN kita harus pemberdayaan,” tegas Muhaimin Iskandar.
Ke depan, ia juga mendorong agar jangkauan pihak yang terlibat serta wilayah sasaran program pemberdayaan dapat terus diperluas secara merata.
Pihaknya meyakini bahwa dengan semakin terhubungnya berbagai program pemerintah, masyarakat di berbagai daerah akan memiliki akses yang jauh lebih besar terhadap lapangan pekerjaan, layanan pendidikan, serta berbagai peluang usaha baru.
Melalui pendekatan yang berorientasi pada hasil nyata ini, Muhaimin berharap alokasi belanja negara semakin diarahkan untuk memberikan dampak ekonomi yang dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Pemberdayaan tidak cukup berhenti pada bantuan, tetapi perlu membuka kesempatan bagi masyarakat untuk bekerja, mengembangkan usaha, dan meningkatkan kesejahteraan secara berkelanjutan,” pungkasnya.
(Sumber: Antara)
Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar saat membuka acara (Antara)