Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tito Karnavian, secara tegas meminta kepada seluruh jajaran kementerian dan lembaga (K/L) terkait untuk mempercepat proses rehabilitasi serta rekonstruksi pascabencana di tiga wilayah, yakni Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, sekaligus menargetkan agar seluruh pekerjaan pemulihan tersebut dapat rampung sebelum pengujung tahun 2026.
Tito memaparkan bahwa saat ini sudah ada sebanyak 29 kementerian dan lembaga yang telah mengantongi persetujuan alokasi anggaran guna mendukung percepatan pemulihan di tiga provinsi tersebut.
“Nah, yang sudah menerima anggaran 29 kementerian/lembaga, kita minta semua bekerja dengan cepat dan selesaikan sampai dengan sebelum 31 Desember 2026. Target ribuan kegiatan, mulai dari sekolah, rumah, jalan, jembatan, kafe, warung, dan lain-lain segera dikerjakan,” ujar Tito usai menggelar rapat koordinasi bersama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Sugiono, di Jakarta pada hari Selasa, 27 Oktober 2026.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa secara umum sebagian besar fasilitas publik serta roda pelayanan pemerintahan di daerah terdampak bencana kini telah kembali berfungsi dengan baik. Fasilitas kesehatan seperti rumah sakit umum dan puskesmas sudah beroperasi normal, sementara distribusi pasokan esensial meliputi aliran listrik, bahan bakar minyak (BBM), hingga LPG terpantau relatif lancar.
Begitu pula dengan infrastruktur perhubungan, di mana akses jalan nasional maupun provinsi sebagian besar telah kembali fungsional. Pemerintah juga telah merampungkan pembangunan sejumlah jembatan permanen guna menggantikan fasilitas yang sebelumnya terputus akibat terjangan bencana.
Tito turut memberikan apresiasi tinggi atas dedikasi serta keterlibatan aktif jajaran TNI dan Polri yang turut terjun langsung membantu percepatan pembangunan jembatan, perbaikan fasilitas sanitasi, hingga penyediaan sarana air bersih bagi warga terdampak.
Kendati demikian, ia mengakui bahwa proses pemulihan di lapangan masih menemui beberapa hambatan, terutama akibat adanya bencana susulan berupa banjir dan tanah longsor yang kembali merusak sejumlah ruas jalan dan jembatan, termasuk akses penting yang menuju wilayah Bireuen di Aceh.
“Sejumlah wilayah yang masih menjadi perhatian pemerintah, antara lain Aceh Tamiang, Aceh Utara, Aceh Timur, Tapanuli Tengah, serta Kabupaten Agam, dan Padang Pariaman di Sumatera Barat,” jelas Tito.
Baca Juga: Purbaya Respons Tambahan Anggaran K/L Tahun Depan: Kalau Uangnya Banyak, Saya Kasih Semua
Ia menambahkan, pemerintah pusat telah menyusun cetak biru atau rencana induk rehabilitasi dan rekonstruksi berjangka waktu tiga tahun ke depan dengan total estimasi kebutuhan anggaran mencapai Rp100,1 triliun.
Selain itu, pemerintah juga mengusulkan agar sisa alokasi anggaran yang belum sempat terserap pada tahun ini dapat digeser dan direalisasikan pada tahun 2027 mendatang, selaras dengan kebutuhan pendanaan lanjutan untuk menangani kerusakan-kerusakan baru akibat bencana susulan.
Melalui sinergi yang erat antara pemerintah pusat dan daerah, Tito berharap seluruh agenda pemulihan infrastruktur, optimalisasi layanan publik, serta kebangkitan kehidupan sosial masyarakat di wilayah terdampak dapat tercapai secara maksimal dan tepat waktu.
(Sumber: Antara)
Mendagri Tito Karnavian (depan) memberi keterangan pada media usai usai rapat koordinasi bersama Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Sugiono di Jakarta, Selasa (27/10/2026) (Antara)