Trump Bakal Larang Penggunaan Istilah "Kecerdasan Artifisial", Diganti Jadi "Kecerdasan Super"

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 28 Okt 2026, 14:29
thumbnail-author
Naila Fadhilah
Penulis
thumbnail-author
Tasya Paramitha
Editor
Bagikan
Arsip foto - Presiden AS Donald Trump. Arsip foto - Presiden AS Donald Trump. (Antara)

Ntvnews.id, Jakarta - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali melontarkan wacana kontroversial terkait tata bahasa teknologi. Kali ini, ia berjanji akan segera memberlakukan larangan resmi terhadap penggunaan istilah “kecerdasan artifisial” (Artificial Intelligence atau AI) dalam waktu dekat.

Kebijakan tersebut diumumkannya menyusul preferensi pribadi yang sempat ia utarakan sebelumnya agar publik beralih menggunakan istilah “kecerdasan super” (super intelligence).

“Dalam waktu dekat, kami akan secara resmi melarang istilah 'AI/kecerdasan artifisial' di semua dokumen terkait dan di semua tempat lain, karena istilah itu tidak akurat,” tulis Trump melalui unggahan di platform Truth Social, dikutip Rabu, 28 Oktober 2026.

Kendati demikian, dalam pernyataan tersebut Trump belum merinci lebih jauh mengenai mekanisme implementasi pelarangan itu, maupun bentuk sanksi yang akan dijatuhkan bagi pihak yang tetap mengabaikannya.
 

Sebelumnya, gagasan ini telah disuarakan di hadapan panggung internasional ketika Trump tampil di hadapan Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 22 September lalu. Saat itu, ia secara terbuka mendeklarasikan bahwa Amerika Serikat akan mulai meninggalkan diksi “kecerdasan artifisial” dan menggantinya dengan istilah “kecerdasan super”.

Alasan di balik penolakan tersebut didasari oleh pandangan Trump bahwa frasa “artifisial” memberikan konotasi keliru seolah-olah teknologi canggih tersebut merupakan sesuatu yang palsu, tidak nyata, bahkan sekadar rekaan belaka.

Bahkan, dalam retorikanya, ia sempat melontarkan peringatan bahwa pemerintahannya akan mencap pihak-pihak yang tetap bersikukuh memakai istilah lama sebagai bentuk pembangkangan.

Keinginan keras Trump untuk menyeragamkan penggunaan istilah “kecerdasan super” ini tidak luput dari sorotan dunia internasional. Wakil Menteri Luar Negeri Rusia, Alexander Alimov, sempat menyampaikan pandangan kritis serta kekhawatirannya atas manuver tersebut.

“Langkah tersebut selaras dengan strategi AS untuk memperkuat dominasi teknologinya atau 'memenangkan perlombaan AI',” ungkap Alimov menilai langkah politis di balik perubahan istilah itu.
 
 
(Sumber: Antara)
 
x|close