Ntvnews.id, Madrid - Menteri Transportasi Spanyol Oscar Puente menyebut kecelakaan yang melibatkan dua kereta cepat di negaranya sebagai insiden yang sulit diterima akal. Ia juga mengungkap rangkaian kejadian yang berujung pada tabrakan maut tersebut.
Dilansir dari CNN International, Kamis, 29 Oktober 2026, Puente menduga kecelakaan terjadi akibat keputusan petugas pengatur lalu lintas kereta yang mengizinkan salah satu rangkaian kembali berjalan setelah sistem persinyalan mengalami gangguan.
Puente menjelaskan, insiden bermula ketika sistem komputer pada persinyalan utama LZB mengalami gangguan. Kondisi tersebut menyebabkan seluruh kereta di kawasan itu berhenti secara otomatis, termasuk kereta cepat Renfe dan Iryo yang kemudian terlibat kecelakaan.
Selanjutnya, sistem kendali milik Adif, perusahaan yang mengelola infrastruktur perkeretaapian Spanyol, mengambil alih pengaturan perjalanan. Pusat kendali kemudian memberikan izin kepada kereta Renfe untuk kembali melaju meskipun lampu sinyal masih menunjukkan warna merah.
Baca Juga: Bahlil Tegas ke Pemegang Blok Migas: Tak Mampu Kelola, Serahkan ke Negara!
Di sisi lain, kereta Iryo yang datang dari arah berlawanan masih dalam posisi berhenti di jalur yang sama, sekitar 25 kilometer di depan kereta Renfe.
Menurut Puente, kereta Renfe diizinkan melanjutkan perjalanan tanpa pembatasan kecepatan. Dalam rentang waktu pukul 08.36 hingga 08.52 waktu setempat, kereta tersebut menempuh jarak sekitar 25 kilometer dengan kecepatan mencapai 200 kilometer per jam.
Perjalanan kereta Renfe itu berakhir dengan tabrakan dengan kereta Iryo yang masih berhenti di jalur. Puente mengaku tidak memahami keputusan pusat kendali yang membiarkan kereta Renfe melaju dalam kondisi tersebut.
"Sungguh tidak masuk akal," ucap dia.
Puente juga menilai keputusan pusat kendali yang mengizinkan kereta Renfe kembali beroperasi, sementara kereta Iryo masih berhenti di jalur yang sama, sebagai tindakan yang "tidak dapat dijelaskan."
Sementara itu, Pemimpin wilayah Castilla-La Mancha, Emiliano Garcia-Page, menyampaikan bahwa jumlah korban meninggal dunia berdasarkan laporan terakhir mencapai 64 orang. Ia memperkirakan angka tersebut masih berpotensi bertambah.
"Kami mencatat sekitar 64 (korban tewas), namun jumlah ini kemungkinan besar akan terus bertambah," kata pemimpin wilayah Castilla-La Mancha, Emiliano Garcia-Page, kepada wartawan di lokasi kejadian, Rabu , 28 Oktober 2026.
Seorang juru bicara pemerintah Castilla-La Mancha mengatakan kepada AFP bahwa lebih dari 100 orang mengalami luka-luka akibat kecelakaan tersebut. Dari jumlah itu, sebanyak 58 korban harus mendapatkan perawatan di rumah sakit, termasuk 15 orang yang dilaporkan berada dalam kondisi kritis.
Kecelakaan Kereta Spanyol (Istimewa)