Menko Yusril Ajak Seluruh Elemen Bangsa Bersatu: Jangan Memaki Diri Sendiri!

NTVNews - Berita Hari Ini, Terbaru dan Viral - 29 Okt 2026, 10:35
thumbnail-author
April
Penulis
thumbnail-author
Beno Junianto
Editor
Bagikan
Yusril Ihza Mahendra, Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra, Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Dokumentasi Pribadi )

Ntvnews.id, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Indonesia, Yusril Ihza Mahendra, mengajak seluruh elemen bangsa untuk bersatu dan berhenti saling mencaci maki di tengah berbagai tantangan global maupun domestik. Pesan tersebut disampaikannya dalam program Suara Nusantara bertajuk "Mengawal 2 Tahun Asta Cita" di Nusantara TV.

Menurut Yusril, penyelesaian berbagai persoalan bangsa, khususnya penegakan hukum dan penertiban sektor strategis, memerlukan gotong royong dan komitmen bersama antara pemerintah, masyarakat, hingga lembaga swadaya masyarakat (LSM).

"Kita urus sama-sama negara kita ini. Jangan kita memaki-maki seolah-olah kita ini seperti ya Pak Presiden bilang jadi antek orang asing. Memaki-maki diri kita sendiri," ujar Yusril di NT Tower, 29 Oktober 2026.

Baca Juga: Menko Yusril: Pemerintah Fokus Benahi Regulasi Hukum dan Akselerasi Digital

Ia menilai, langkah tegas yang diambil oleh Presiden dalam menindak berbagai pelanggaran hukum besar seperti pertambangan ilegal (illegal mining), penangkapan ikan ilegal (illegal fishing), perambahan hutan, hingga pembakaran hutan kerap memicu reaksi dan perlawanan, baik dari dalam maupun luar negeri. Kendati demikian, ketegasan tersebut merupakan wujud komitmen nyata pemerintah dalam mewujudkan kepastian hukum demi kepentingan nasional, termasuk mendukung iklim investasi dan masuknya teknologi.

"Langkah-langkah keras seperti itu menimbulkan reaksi. Ada reaksi dari dunia luar, dari kalangan dunia usaha juga, dari luar dan ini ya seperti sekarang terjadi. Mau tidak mau ya langkah tegas seperti itu akan ada dampaknya, akan ada perlawanan juga kepada kita dan saya pikir sudah saatnya kita bersatu semuanya ya baik pemerintah, masyarakat, ya LSM," tambahnya.

Meskipun pembenahan sektor hukum diakui tidak mudah karena sifatnya yang abstrak dan menyangkut norma serta regulasi, pemerintah menegaskan tekad yang kuat untuk terus melangkah maju.

Bertepatan dengan momentum Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober, Menko Yusril mengingatkan pentingnya merawat jiwa nasionalisme serta semangat persatuan dan kesatuan nasional untuk menghadapi berbagai tantangan berat ke depan. Ia menegaskan bahwa pembelaan terhadap kepentingan nasional harus menjadi prioritas bersama di atas kepentingan kelompok maupun tekanan pihak luar.